Ajukan Opsi Tahanan Kota, Anak dan Mantu Mark Sungkar Siap Jadi Jaminan

Jakarta, Akuratnews.com - Aktor senior Mark Sungkar menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terkait kasus dugaan keuangan fiktif kegiatan Pelatnas Asian Games 2018 di Bandung yang merugikan negara Rp399,7 juta

Sidang pada Selasa (20/4) ini merupakan sidang perdana setelah mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PPFTI) ini sembuh dari Covid-19 beberapa waktu lalu.

Sidang yang sedianya beragendakan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini pun ditunda Majelis Hakim lantaran kondisi Mark yang belum stabil.

"Sidang ditunda seminggu hingga minggu depan," ujar Ketua Majelis Hakim PN Jakpus usai melihat kondisi Mark yang terlihat tak fit.

Usai sidang, Mark yang kini berusia 73 tahun masih sempoyongan saat berjalan keluar dari ruang sidang dengan didampingi kuasa hukumnya Fahri Bachmid.

Ia menyebut, kondisinya memang masih dalam proses pemulihan usai menjalani perawatan penyembuhan Covid-19 sebulan lamanya.

Ayah dari Zaskia dan Shireen Sungkar ini juga merasa heran dan mempertanyakan penahanan yang dilakukan Kejaksaan terhadap dirinya.

"Saya bingung kenapa Kejaksaan tetap tahan saya. Itu yang saya pertanyakan. Kalau disangka kerugian negara nggak ada. Kalau dikira melarikan diri nggak pernah. Saya nggak pernah lari dari kenyataan. Sebetulnya selama saya ditahan itulah malah adanya kerugian negara. Karena negara harus membayar makan dan kebutuhan saya. Nambah lagi biaya negara untuk penanggulangan Covid-19 karena saya terpapar. Makin nambah lagi pasien Covid-19 ini. Itulah yang riil kerugian negara akibat penahanan saya ini. Itu kan biaya pemerintah,” kata Mark usai sidang.

Mark pun mengaku pasrah dengan keadaan ini. Padahal dirinya selama ini kooperatif dalam menjalani pemeriksaan kasus yang sudah berjalan satu setengah tahun ini.

“Sekali lagi, saya juga nggak ngerti kenapa saya ditahan. Yang tahu hanya Allah dan yang membuat surat keputusan itu. Sejak kasus ini bergulir, kami sudah mengajukan persyaratan tahanan kota. Aneh dan jadi bingung saya. Maka setiap orang nanya, kenapa sih kok ditahan, saya juga nggak bisa jawab kenapa saya ditahan,” imbuh Mark.

Kuasa Hukum Mark, Fahri Bachmid menambahkan, saat sidang ia kembali mengingatkan Majelis Hakim terkait surat permohonan penangguhan tahanan rumah atau tahanan kota kepada kliennya.

“Agar klien kami mendapatkan surat penangguhan penahanan menjadi tahanan rumah atau tahanan kota. Toh ini demi kemaslahatan semuanya. Kalau klien kami kembali sakit, kan akan semakin membuat lama kasus ini berjalan. Kita sudah ingatkan ini sejak klien kami ditahan di Rutan Polda Metro Jaya dan akhirnya terbukti klien kami terpapar," ucap Fachri.

Bahkan, lanjut Fahri, anak dan mantu serta beberapa tokoh publik sudah mau menjadi jaminan status tahanan kota/rumah Mark.

"Anak dan mantunya kan publik figur, nggak mungkin lah mereka macem-macem. Ada juga tokoh publik lainnya yang siap jadi penjamin. Semua syarat telah diajukan dan dilengkapi. Semoga dikabulkan Majelis Hakim,” harap Fahri.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga