Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi

Akali Putusan MA, KPCDI Gugat Lagi Presiden Jokowi

Jakarta, Akuratnews.com - Pernah menggugat dan dikabulkan Mahkamah Agung (MA), Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) kembali bersiap menggugat kebijakan Presiden Jokowi yang menaikan lagi iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Saat ini KPCDI sedang berdiskusi dengan Tim Pengacara dan menyusun materi gugatan,” ujar Ketua Umum KPCDI, Tony Samosir di Jakarta, Rabu (13/5).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi kembali menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam aturan ini, pemerintah memutuskan menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan untuk kelas I dan II, sementara iuran kelas III akan naik pada 2021.

Padahal beberapa waktu lalu, MA telah menganulir kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Penggugat saat itu tak lain adalah KPCDI.

Karena hal ini, KPCDI kembali menyayangkan sikap pemerintah yang telah menerbitkan peraturan tersebut di tengah pandemi Covid-19. Walau ada perubahan jumlah angka kenaikan, tapi masih dirasa memberatkan masyarakat.

"Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini,” tandas Tony.

Ia pun menilai hal itu sebagai cara pemerintah mengakali putusan MA. Padahal seharusnya, pemerintah tidak menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada segmen kelas III, untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga