Akhir Ramadhan Visi Maha Karya Beri Donasi Santunan Kepada Disabilitas, Yatim dan Piatu

Ketua Yayasan Visi Maha Karya Salis Maulanan saat memberikan sambutan di tengah para penerima donasi kaki palsu dan kendaraan motor roda tiga, dan para donatur dari berbagai kalangan.

AKURATNEWS – Beranjak akhir Ramadhan 1443 H, Yayasan Visi Maha Karya (VMK) menggelar donasi untuk para Disabilitas, yatim dan piatu. Kegiatan yang menghadirkan puluhan para penerima manfaat serta para donatur, merupakan puncak dari kegiatan berburu berkah Ramadhan, dari beragam acara yang dimulai awal bulan Ramadan.

Ketua Yayasan VMK Salis Maulana mengungkapkan, berkah Ramadan merupakan kegiatan rutin yang sudah dilakukan oleh VMK dari tahun-tahun sebelumnya. “Kalau tahun sebelumnya kita terbatas oleh santunan anak yatim, berbuka puasa dan memberikan kaki palsu, sekarang ada penambahan khusus, yakni kita memberikan motor roda tiga kepada para disabilitas tuna daksa yang tidak mampu untuk berusaha,” ujar Salis, kepada akuratnews.com, 30 April 2022.

Selain itu,  dia menambahkan, pihaknya juga memberikan Alquran braille untuk mereka yang disabilitas tunanetra. Bagi tunanetra yang sulit membaca Alquran, saat ini mereka bisa membaca Alquran dengan Alquran braille. “Alhamdulillah kurang lebih kita bisa membantu sekitar 200 kitab Alquran gratis secara cuma-cuma,” ungkapnya.

Sejatinya, ciri khas kegiatan VMK adalah memberikan kaki palsu. Yang mana, bantuan dari para donatur pun sangat positif yakni bagaimana ingin memberikan kaki palsu kepada disabilitas tuna daksa. “Ini menjadi special, karena donaturnya dari anak-anak karena kita datang ke sekolahan, berdongeng ke anak-anak dan anak-anak memberikan donasi lewat edukasi dongeng tersebut. Sehingga dari uang yang Rp1.000 itu bisa berubah menjadi kaki palsu karena dilakukan secara bersama-sama,” katanya.

Lebih jauh, Salis berharap, selain memberikan donasi berupa kaki palsu dan santunan, para disabilitas dan penerima manfaat ini bisa bekerja di perusahaan-perusahaan. Pihaknya memiliki program untuk pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan perusahaan.

“Alhamdulillah kami sudah beberapa perusahaan dari BUMN mengenai lowongan pekerjaan, mengenai disabilitas. Saat audiensi kita mencoba input, apa yang diharapkan dari perusahaan. Dari inputan ini kami sedang mengolah dan kepada disabilitas tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi. Maka dari audiensi itu muncul ada langkah kecil untuk melakukan pra kerja kepada disabilitas sehingga ketertinggalan mereka dari segi pendidikan dan kemampuan bisa dikejar melalui pelatihan tersebut,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Head of CSR VMK Rizki Fauzan menjelaskan, VMK juga memberikan bantuan kepada masyarakat luas terutama dari kalangan yatim dan dhuafa, diantaranya paket berbuka puasa lebih kepada 7.437 paket yang tersalurkandi enam kota yaitu di Jakarta, Bandung, Jogja, Jambi, Surabaya dan Padang.

“Kemudian kami juga menyalurkan bantuan kepada kebutuhan Alquran Braille, Iqro dan Boneka Hafidz. Lokasi penyalurannya sendiri yakni di Purwoharjo, Gunung Kidul, Logandeng, Kantor Yayasan Visi Maha Karya Jakarta dan kantor Hafidz cabang Jogjakarta,” terangnya.

“Pada kesempatan kali ini juga, kami berharap berhasil mendapat kepercayaan dari dua korporat yang akhirnya menyumbangkan motor roda tiga 3, sebanyak 3 unit motor, untuk 3 orang tuna daksa berhak menerima bantuan tersebut untuk bantuan dan modal usaha,” imbuhnya.

Rizky mengungkapkan, berburu berkah Ramadan tahun 2022 merupakan tahun yang ke-10. Yang mana sejak tahun 2012, donasi yang didapatkan dari dukungan kepercayaan masyarakat luas dan korporasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. “Kalau sebelum-sebelumnya kami lebih fokus kepada penerima manfaat di kisaran Jabodetabek, Tangsel dan Banten, tetapi saat ini kita juga sudah ke Jogjakarta dan beberapa kota di Indonesia,” ungkapnya.

Rizky menyampaikan, kegiatan yang dilakukannya untuk membantu para penerima manfaat, yang mana masalah-masalah sosial yang nyata harus dihadapi dan ditangani bersama dan perlu kepedulian dari berbagai pihak untuk bisa menangani permasalahan ini. “Tidak hanya pada pemenuhan alat bantu gerak mereka atau motorik mereka berupa kaki palsu palsu atau tangan palsu, tetapi bagaimana setelah itu ada sistem atau pemberdayaan atau sustainability, itu yang sedang kami rancang,” jelasnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga