Akhir Tahun 2019, Utang Pemerintah Capai Rp4.778 Triliun

Jakarta, Akuratnews.com - Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah hingga Desember 2019 mencapai Rp4.778 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai Rp4.814 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan utang tersebut menyusut sebanyak Rp36,31 triliun dari bulan sebelumnya karena adanya pelunasan yang dilakukan.

Sri pun menuturkan, rasio utang tersebut masih terkendali yakni sebesar 29,8% dari produk domestik bruto (PDB) meskipun defisit mengalami peningkatan sebesar 2,2% dari target 1,84%.

"Rasio utang kita tetap dikendalikan sebesar 30% dari GDP," katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Sri mengatakan rasio utang Indonesia terhadap PDB tersebut lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya. Malaysia, misalnya, rasio utangnya terhadap PDB mencapai 55,6% dan Singapura 113%.

"Jika dibandingkan dengan negara lain Indonesia masih lebih baik," ucapnya.

Sri menjelaskan, penurunan utang pada Desember sejalan dengan penurunan bunga utang atau yield surat berharga negara (SBN) menjadi 6,8%. Lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 19,1%.

Apalagi, kebijakan The Fed yang menurunkan suku bunganya, yang kemudian juga diikuti oleh Bank Indonesia (BI), membuat pembiayaan utang menjadi lebih murah.

Di sisi lain, surat utang negara (SUN) dengan mata uang rupiah juga mengalami penurunan sebesar 12% dan SUN dolar turun lebih besar 35% membuat pembiayaan lebih terjangkau.

"Dalam denominasi dolar turun 35% dan menggambarkan biaya peminjaman cukup drastis dan positif, utang terjaga rendah, pembiayaan rendah, dan dananya bisa terus kita manfaatkan untuk tingkatkan ekonomi," ucapnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga