Akhirnya Keluar, Dua Putri Paku Buwono Sebut Kraton Solo Memprihatinkan

Solo, Akuratnews.com - Dua putri raja Paku Buwono (PB) dan sejumlah kerabat kraton yang terkurung dan terkunci di dalam, akhirnya bisa keluar dari dalam Kraton Kasunanan Solo, Sabtu (13/2).

Keduanya sempat terkurung dan terkunci dalam Kraton Kasunanan Solo selama tiga hari dua malam, sejak Kamis (11/2) siang.

Suasana haru terlihat setelah dua Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan tiga abdi dalem itu keluar dari dalam Keraton.

Beberapa kerabat abdi dalem yang keluarganya ikut terkunci bersama dua putri raja ini tak henti-hentinya merangkul keluarga mereka, sesaat keluar dari dalam kraton.

Begitu pula GKR Timoer Rumbai langsung memeluk putranya yang masih kecil. Bahkan, GKR Timoer sempat memarahi para penjaga Kraton yang sempat menarik putranya.

"Hati-hati jangan main kasar. Ini wayah (cucu) Sinuhun (Raja Keraton). Sopan sedikit," teriak GKR Timoer Rumbai pada para penjaga pintu Korikamandungan (pintu utama Kraton).

GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) kepada wartawan mengaku bersyukur akhirnya bisa keluar dari dalam Keraton. Gusti Moeng pun menceritakan apa yang dialaminya selama dirinya dikunci di dalam.

Menurut Gusti Moeng, dirinya sangat senang sekali akhirnya bisa sampai di Keputren dan bisa melihat kondisi Kraton seutuhnya.

"Saya sangat terenyuh melihat Keputren, tempat tinggal kita lahir dan sampai umur 34 tahun saya menikah, harus meninggalkan Keputren, luar biasa (saat melihat kondisi) seperti kuburan. Rasanya miris lihat itu. Sepertinya habis dipotongin semak-semaknya. Tapi bangunan benar-benar sudah memprihatinkan," kata Gusti Moeng.

Kesedihan kedua putri Raja ini semakin menjadi, saat melihat kondisi Kraton, tempat tinggal mereka dulu.

"Selama tiga hari dua malam saya bersama jeng Timur (GKR Timoer Rumbai) bersama Sentono dan para penari, bisa menjadi menjadi saksi ketidakmampuan sinuhun untuk mengurus Keraton," katanya.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga