Akmal Ibrahim Tingkatkan Kualitas Wartawan Abdya

Akuratnews | Salah satu Wartawan senior Aceh Akmal Ibrahim, SH menyebutkan pers adalah mata suara rakyat. Besar kecil persoalan yang dihadapi rakyat bisa dibuka sebebas-bebasnya oleh peran wartawan.

Hal itu disampaikan Akmal saat mengisi pelatihan peningkatan kapasitas wartawan Aceh Barat Daya (Abdya) digelar PWI setempat dengan pedoman protokol kesehatan di kawasan Susoh, Kamis (8/7).

Akmal Ibrahim yang juga sekaligus Bupati Abdya itu mengatakan, sehebat-hebatnya Lembaga Negara, Pemerintah, LSM tidak akan bisa seproduktif wartawan dalam menyuarakan realitas persoalan rakyat. Wartawan adalah profesi yang menjunjung tinggi idealisme dan kebenaran.

"Wartawan itu tidak punya atasan. Pertanggungjawabannya hanya dua. Pertama Tuhan dan kedua hati nuraninya sendiri," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Akmal, satu-satunya profesi yang memiliki kebebasan tanpa batas yaitu wartawan. Tuangan karya wartawan ini tidak bisa diatur dan didikte oleh kepentingan pihak tertentu terlebih berita tersebut menyangkut dengan hajat orang banyak.

"Kalau ada orang/pihak yang mengatur dan melarang wartawan dalam menulis berita, itu gila orangnya," katanya.

Lanjutnya Akmal menegaskan, seorang wartawan tidak pernah berhenti untuk belajar. Senantiasa berupaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri.

Demi sebuah karya jurnalsitik yang berkualitas, wartawan dituntut harus memiliki intelektual tinggi dan kenyal dengan semua kalangan.

"Tidak boleh merasa paling hebat, paling super atau sebaliknya paling rendah," katanya.

Secara singkat Akmal membeberkan pengalamannya di dunia wartawan. Pahit manisnya menjadi seorang kuli tinta telah ia rasakan. 19 tahun ia bergabung di harian Serambi Indonesia mulai dari wartawan lapangan hingga menjadi Redaktur Pelaksana.

Semasa itu berbagai sajian berita dengan macam kalangan narasumber telah ia hadapi mulai dari tukang pungut sampah hingga menteri.

Atas pengalamannya tersebut Akmal berharap para wartawan Abdya yang tergabung di 5 forum masing-masing Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Wartawan Aceh (PWA), Forum Jurnalis Aceh Barat Daya (FJA), Forum Jurnalis Abdya (ForJa) dan Forum Jurnalis Tengku Peukan bisa lebih kompeten dan profesional menyuarakan kepentingan hajat orang banyak.

"Terakhir pesan saya, jangan tinggalkan pekerjaan ini. Karena pekerjaan ini baik," tandasnya.

Penulis:

Baca Juga