Akom Akan Berjuang Pulihkan Nama Baiknya

Jakarta, Akuratnews.com - Mantan Ketua DPR Ade Komarudin menegaskan dirinya terus memperjuangkan pemulihan nama baik dirinya terkait keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang dinilainya sangat tidak adil dan telah menzolimi dirinya.

"Sampai kapan pun saya akan perjuangankan terus pemulihan nama baik saya. Jadi, saya tidak memindahkan mitra komisi VI tapi meluruskan sebagaimana perintah UU. Sampai kapanpun saya akan melaksanakan UU," kata Ade Komarudin di Jakarta, Minggu (25/12/16).

Sebelumnya Ade Komarudin telah dinyatakan bersalah oleh MKD mendapatkan sanksi ringan diberikan dalam kasus pengalihan mitra Komisi VI ke Komisi XI.

Ini dalam hal pembahasan Penyertaan Modal Negara (PMN) BUMN. Tak cukup dengan itu, MKD juga memberi sanksi ke Akom di kasus penundaan pembahasan RUU Pertembakauan.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, sederhananya BUMN dimiliki pemerintah atas nama menteri keuangan dan menteri BUMN itu atas kuasa Menkeu.

"Untuk membina agar mereka (BUMN) jadi kuat maka saat pembahasan saya minta harus dua komisi VI dan XI. Soal PMN harus disetujui oleh pemiliknya maka harus disetujui Menkeu," kata Ade.

Menurut Ade sementara menkeu itu mitra komisi XI dari segi kepemilikan bukan segi korporasi. Kalau dari segi korporasi maka mitranya komisi VI.

Lebih lanjut Ade menjelaskan memang masyarakat masih punya hati nurani. karena itu direkayasa seperti apapun rakyat masih punya hati nurani rakyat masih tidak bisa dibeli.

"Saya tentu terina kasih atas dukungan rakyat selama jadi ketua DPR dan empatinya pasca dilengserkan jadi ketua DPR," katanya.

Akom menjelaskan dari monitoring media dirinya mendapatkan kesan bahwa selama dipandang sebagai ketua DPR yang bisa bekerja sama dengan pemerintah tetapi tetap bisa menjaga jarak. (Maria)

Penulis:

Baca Juga