Aksi Buruh Tolak UMP Sumut 2019

Massa buruh dari FSPMI Sumut melakukan aksinya didepan kantor Gubernur SUmut, Senin (5/11/2018)

Medan, Akuratnews.com –  Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara 2019 yang  telah setujui Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) naik 8,03 persen dari tahun 2018 sekitar Rp171.214,75 perbulannya berlaku sejak Januari 2019, kembali  membuat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut melakukan aksinya didepan kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Senin (5/11/2018).

Puluhan massa buruh tersebut datang melakukan aksi dengan membawa poster menolak UMP 2019.

Menurut mereka, kenaikan UMP inilah yang disebut melanggar UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 tentang Upah Layak Bagi Kaum Pekerja Buruh dimana disebutkan penetapan UMP harus berdasarkan kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dihitung atas kebutuhan sandang, pangan dan papan.

“Kami meminta Gubernus Sumatera Utara yang baru dilantik peduli dan peka dengan kesejahteraan buruh” ujar Tony Rickson Silalahi Sekretaris FSPMI Sumut.

FSPMI, katanya, sudah melakukan penghitungan. Harusnya UMP dinaikkan sebesar Rp 2,9 juta. Mereka berharap Gubsu Edy Rahmayadi segera menarik kembali keputusan penetapan UMP Sumut 2019 dan melakukan revisi dengan mendengarkan aspirasi kaum buruh dan pekerja.

“Penetapan upah itu tidak sesuai jika ditetapkan dengan landasan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015. Harusnya upah buruh bukan ditetapkan berdasarkan inflasi plus pertumbuhan ekonomi tetapi survey harga kebutuhan pokok hidup buruh dalam sebulan meliputi sandang, pangan dan papan para pekerja “ ungkapnya.

Mereka menilai UMP Sumut sangat ketinggalan dengan provinsi lainnya. Selaion UMP, mereka juga mendesak agar Upah Minimum Kota (UMK) naik sebesar 20 persen.

Tony menyebutkan, mereka kecewa, Edy menjanjikan Sumut Bermartabat tapi beliau malah menerapkan sistim upah murah. Selama berdemo tak sekalipun beliau bersedia menemui kami.

“Kami FSPMI Sumut termasuk elemen buruh yang mendukung Edy Rahmayadi menjadi Gubernur. Tak sesenpun kami meminta duit, kami berharap visi misi Sumut Bermartabat itu diwujudkan” ujar Tony.

Disebutkannya, upaya menemui Gubernur sudah dilakukan namun surat audensi tidak kunjung mendapat respon.

“Bagi kami Sumut bermartabat itu omong kosong belaka” tegasnya. (Hsp)

Penulis:

Baca Juga