oleh

Aksi Buyback, Dorong Dolar Menguat Lagi

Jakarta, Akuratnews.com – Dolar AS menguat terhadap hampir seluruh rivalnya pada hari Rabu karena Indek saham AS menjauh dari posisi terendah dalam 20-bulan terakhir, meskipun ketidakpastian terkait dengan penutupan sebagian pemerintah AS dan kebijakan moneter Federal Reserve tetap menjadi ancaman laten untuk greenback.

Bursa saham AS naik lebih dari 2 % karena rebound pada saham teknologi dan lompatan saham ritel yang dipimpin oleh Amazon.com berhasil menjadi penolong bursa saham untuk menghentikan laju penurunan beruntun empat sesi sebelumnya.

Ada stabilitas sementara yang kembali ke bursa ekuitas di tengah kondisi perdagangan yang tetap ringan dan sikap berhati-hati para investor yang terus mengawasi dengan cermat berita politik AS.

Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan penutupan sebagian pemerintah federal akan berlangsung sampai permintaannya untuk dana pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko terpenuhi.

Trump juga mengulangi kritiknya bahwa The Fed telah menaikkan suku bunga terlalu cepat. Dolar AS telah terpukul dalam beberapa pekan terakhir oleh kekhawatiran para investor bahwa kenaikan suku bunga akan merugikan ekonomi AS karena pertumbuhan internasional yang sedang melambat.

Saat ini ada sejumlah isu yang terus menjadi sumber kekhawatiran pasar yaitu Trump yang terus melontarkan kritik pedasnya kepada The Fed, perang dagang Sino-AS, perlambatan pertumbuhan China dan Uni Eropa serta Brexit.

Indek Dolar AS naik 0,45 % menjadi 97,05 yang berarti masih di bawah titik tertinggi 1½ tahun di 97,71 pada 14 Desember.

Sebagai upaya nyata untuk menenangkan kegelisahan Wall Street oleh kritik Trump terhadap The Fed, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pada hari Rabu bahwa Ketua The Fed Jerome Powell tidak sedang menghadapi risiko kehilangan pekerjaannya. Selain itu Presiden Trump pun secara langsung telah menyatakan senang dengan kinerja Menteri Keuangannya, Steven Mnuchin.

Likuiditas di beberapa bursa tetap tipis setelah pasar utama ditutup pada hari Selasa untuk liburan Natal. Pasar di Inggris, Jerman dan Prancis tetap ditutup pada hari Rabu. Hari ini pasar utama kembali beroperasional. (LH)

Komentar

News Feed