Aksi Tawuran di Makassar, Polisi Tangkap Tiga Pelaku dan Sita Ratusan Busur Beserta Bom Molotov

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim memperlihatkan barang berbahaya hasil sitaan aksi tawuran. /Ashari/AKURATNEWS.

AKURATNEWS - Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Makassar menyita puluhan busur dan ketapel pasca perang kelompok di Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Tak hanya busur dan ketapel, petugas juga menyita bom molotov, senapan angin, parang, dan petasan.

Demikian diungkapkan Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim yang didampingi Kasubsipidm Sihumas Ipda Burhanuddin Karim saat menggelar jumpa pers, Kamis (18/11/2021).

Menurutnya, barang berbahaya tersebut merupakan hasil temuan personel Raimas Satsamapta Polres Pelabuhan Makassar di area aksi tawuran selama beberapa bulan terakhir.

"Barang berbahaya yang diamankan diantaranya 590 busur, 31 ketapel, 1 pucuk senapan angin, 2 bom molotov, 4 parang, dan 7 petasan," sebutnya.

Selain itu, kata mantan Kapolres Bone ini, pihaknya juga mengamankan tiga pelaku aksi tawuran kategori anak di bawah umur.

"Kami dari Polri sudah berulang kali melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat, sosialisasi hingga imbauan door to door, namun tidak ada perubahan sampai dengan sekarang. Untuk itu tidak akan lagi melakukan tindakan persuasif, tapi kita akan lakukan tindakan tegas para pelaku  tawuran," ucap Kadarislam.

Ia juga menegaskan akan bertindak tegas kepada siapapun yang terlibat tawuran, termasuk yang hanya sekadar menonton. Karena rata-rata pelaku tawuran ini beraksi dan semangat ingin tampil eksis karena banyaknya yang nonton.

"Peristiwa ini sudah banyak menimbulkan korban luka. Terakhir ada warga terkena anak panah oleh kelompok pelaku tawuran. Alhamdulillah kita dari rumah Sakit Unhas menjenguk korban," terangnya.

Kadarislam juga mengaku bahwa pihaknya akan lebih meningkatkan berpatroli bersama aparat TNI guna mencegah aksi tawuran susulan terjadi.

"Insya Allah personel Polri dan TNI dari Kodim Makassar mendirikan pos pengamanan disekitar tempat sering terjadinya aksi tawuran," pungkasnya. ***

Penulis: Ashari

Baca Juga