Kasus Plagiasi Rektor UHO Kendari

Aktivis 98 Desak Menteri Nadiem Copot Rektor UHO

AKURATNEWS - Desakan civitas akademi kampus Universitas Halu Oleo (UHO) terkait kasus dugaan plagiasi yang dilakukan oleh Rektor UHO, Muhammad Zamrun makin kencang.

Salah satunya datang dari Koalisi Pemuda Mahasiswa Anti Plagiasi. Mereka melihat kasus Firihu jalan di tempat dan tak tersentuh pihak Kemendikbud Ristek di bawah kendali Nadiem Makarim.

Menurut Sawal Ampera, Ketua Koalisi Pemuda Mahasiswa Anti Plagiasi, pihaknya sudah dua kali menggelar aksi demontrasi di Kemenristek Dikti dan Gedung DPR guna menyuarakan penanganan kasus ini.

Hal ini dilakukan mengacu pada surat yang ditandatangani Dirjen Dikti An Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 0263/E.E4/KP.07/00/2021 tanggal 15 April 2021 perihal tindak lanjut pengaduan masyarakat dan surat yang ditandatangani Dirjen Dikti Nomor 0301/E.E4/KP.07.00/2021 tanggal 10 Mei 2021 tentang penegasan dan arahan pemilihan Rektor UHO periode 2021-2025 yang ditujukan kepada ketua Senat UHO.

Dikatakannya terdapat beberapa hal yang perlu diklarifikasi demi menjaga integritas Kemendikbud Ristek.

Ditambahkan Sawal, yang juga mahasiswa Antropologi Kampus UHO Kendari ini, pihaknya menyayangkan Dirjen Dikti yang tidak serius menangani dugaan plagiasi yang dilakukan Rektor UHO, Muhammad Zamrun Firihu.

“Seharusnya keputusan Dirjen Dikti tersebut merupakan titik terang untuk menyelamatkan marwah dan integritas Universitas, perguruan tinggi maupun dunia pendidikan pada umumnya dari tindakan yang tidak terpuji tersebut,” tandasnya.

Pihaknya, meminta Kemendikbud Ristek agar melakukan pendalaman dan memeriksa perbedaan hasil dari dua tim review bentukan Kemendikbud tersebut dengan melibatkan Ombudsman dan DPR dalam hal ini Komisi X.

“Menangani perbuatan tidak tercela ini harus serius hingga tuntas, kami meminta Mendikbud Ristek mencopot Rektor UHO segera sebelum kekuatan dahsyat menghantam kampus” pintanya.

Sementara itu, Elwan, aktivis 98 sekaligus dosen pengajar Fisipol UHO mengaku geram dengan Kemdikbud Ristek yang terkesan lamban menangani perbuatan tak terpuji dalam dugaan plagiasi.

Padahal dalam kajian tim Ombudsman merekomendasi jika telah terjadi plagiasi. Bahkan sudah dua kali Ombudsman bersurat ke Presiden, namun hingga kini tak ada titik terang.

“Mendikbud Ristek Nadiem Makarim mesti obyektif dengan mengidentifikasi dalam proses dugaan plagiasi dengan memutuskan penundaan terhadap pemilihan Rektor UHO dan mencopot jabatan rektor,” kecamnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap Kemendikbud Ristek memiliki kewenangan untuk menentukan jadwal tahapan pemilihan Rektor karena membutuhkan pendalaman dahulu fakta-fakta yang terkait dugaan plagiat Muhammad Zamrun Firihu.

Jika hal ini terbukti, Menteri Nadiem dikatakannya dapat dengan tegas mendiskualifikasi sesuai Permenristek Dikti No. 21 Tahun 2018.

Menurut Elwan, jika dugaan tersebut terbukti plagiat maka Muhammad Zamrun Firihu diberhentikan sebagai rektor dan pencabutan gelar guru besar.

“Artinya Mas Nadiem dapat melakukan penundaan tahapan pemilihan Rektor UHO, karena Muhammad Zamrun Firihu lolos sebagai bakal calon rektor berdasarkan rekomendasi senat UHO yang mengatakan tidak cukup bukti bahwa dia (Muhammad Zamrun Firihu) tidak plagiat. Sementara, faktanya keputusan senat UHO tersebut cacat prosedur atau mal-administrasi. Ini yang mesti didalami oleh Kemendikbud Ristek, butuh pembuktian dokumen,” harapnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga