oleh

Aktivis ’98 Dukung Jokowi, GAMARI: “Kok Jadi Norak Seperti Itu?”

Pekanbaru, Akuratnews.com – Ketua Presidium Pusat Gabungan Aksi Mahasiswa Alumni Riau (GAMARI) Larshen Yunus, mengomentari pelaksanaan acara Rembuk Nasional Aktivis ’98 yang digelar Sabtu (07/7/2018) lalu.

Bagi GAMARI, acara yang dibarengi deklarasi dukungan terhadap Jokowi 2 periode itu telah salah arah dan menyesatkan.

“(Deklarasi itu-red) melacuri hakikat dari aktivis yang sesungguhnya dan tentu saja saya kecewa dengan sikap para senior dan rekan-rekan yang hadir pada saat itu. Semestinya Rembuk Nasional Aktivis 98 itu tidak ditunggangi dengan adanya deklarasi dukungan terhadap Jokowi pada kontestasi Pilpres 2019,” tutur Yunus.

“Ini kok jadi norak seperti itu?” sesal Yunus yang juga eksponen aktivis dari provinsi Riau.

Ia melanjutkan, sebenarnya kegiatan itu sudah lama dicurigai akan dijadikan ajang tampil salah satu oknum maupun organisasi relawan Jokowi dengan menggunakan label aktivis ’98.

“Bagi saya, ini adalah penghinaan terhadap semangat perjuangan reformasi yang telah dilakukan oleh para Aktivis ’98 tempo lalu,” kata Yunus.

Contohnya, kata Yunus, saat presiden Jokowi berdiri di atas panggung, banyak di sekelilingnya yang ternyata hanya merupakan pengurus dari salah satu organisasi maupun relawan Jokowi pada saat Pilpres 2014 lalu.

“Lihat si Adian Napitupulu itu! Tampak cengar-cengir, telah berhasil mensiasati agendanya,” tukasnya.

Yunus berpandangan, seharusnya aktivis bergerak pada fungsi mengontrol pemerintah agar terjadi peningkatan kualitas pemerintahan dari rezim ke rezim. Bukan justru sebaliknya, terang-terangan mengkritik pihak oposisi.

“Ini saya perhatikan, contohnya saja group si Adian, yang terlalu menunjukkan muka temboknya dalam memuji dan memuja pemerintah. Apalagi dia itu adalah seorang Anggota DPR-RI yang tidak sepatutnya menunjukkan tindakan norak seperti itu,” kata Yunus. (Mdz)

Komentar

News Feed