Aktivis Ini Sebut Ada Penunggang Gelap di Demo Referendum Maluku

Jakarta, Akuratnews.com - Diduga, sejumlah penunggang gelap ikut membonceng dalam aksi meminta referendum Maluku yang dilakukan mahasiswa beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan Wakil Sekjen Maluku Voor Indonesia, Hendriko Russell di Jakarta, Kamis (3/10.). Menurutnya, ada orang-orang yang secara pribadi tidak suka dengan Menko Polhukam, Wiranto dan memanfaatkan demo itu untuk menyuarakan referendum.

"Menurut saya pernyataan Wiranto tidak ada masalah, ini hanya salah interpersepsi saja dan kebetulan memang ada orang-orang yang secara pribadi tidak suka dengan Wiranto lalu mengangkat ini sebagai isu, terus ditunggangi dengan orang-orang yang ingin referendum," kata Hendriko.

Sebelumnya diberitakan bahwa sekelompok masyarakat yang mengatas namakan perwakilan rakyat Maluku meminta referendum. Hal tersebut didasarkan pada pernyataan Menko Polhukam Wiranto yang mengatakan agar warga yang mengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing. Karena banyak berita bohong atau hoax bahwa akan ada gempa susulan dan tsunami, padahal hal itu tidak terbukti kebenarannya.

Menurut Hendriko, pernyataan Wiranto itu salah dipahami. Dijelaskan, sebenarnya dua kategori pengungsi pada gempa di Maluku yaitu pengungsi yang benar-benar mengungsi karena rumahnya hancur dan pengungsi yang mengungsi karena takut tinggal di rumah.

Menurutnya, orang-orang kedua ini yang harusnya kembali ke rumah karena kalau mereka berkumpul dengan pengungsi yang pertama nanti tidak bisa diidentifikasi mana yang benar-benar diprioritaskan dan mana yang tidak, sehingga itu nanti yang menjadi beban di pemerintah.

"Karena kalau sulit diidentifikasi nantinya bantuan itu tidak tepat sasaran. Apalagi kalau di lapangan itu banyak sekali penyelewengan, ini pengalaman saya waktu di Palu," kata aktivis ini.

Ia pun menyesali adanya kelompok-kelompok mahasiswa yang menggunakan isu Wiranto ini untuk referendum. Karena menurutnya, hal ini sangat murahan.

"Masa cuma karena pernyataan Wiranto yang salah diartikan kita minta merdeka. Artinya ada kepentingan yang bermain mendekati pelantikan. Jadi saya warning ke semua mahasiswa jangan coba-coba turun ke jalan teriak minta merdeka, karena mereka tidak ada yang mewakili, siapa yang diwakili mereka sampai bawa-bawa nama Maluku cuma karena pernyataan Wiranto?" tegas Hendriko.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga