Aktivis LAKSI Tantang Ketua KPK Baru Ungkap Kasus I Wayan Koster Soal Wisma Atlet

Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia
Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 baru saja dilantik Presiden Jokowi pada Jumat (20/12/2019). Lima pimpinan KPK yang dilantik adalah Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Alexander Marwata, dan Firli Bahuri. Baru beberapa hari mengemban amanat, para pimpinan KPK ini sudah ditantang sejumlah pihak untuk menuntaskan beberapa kasus dugaan korupsi yang belum tuntas.

Jakarta, Akuratnews.com - Terkait kepemimpinan baru di lembaga antirasuah tersebut, aktivis dari Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) Azmi Hidzaq mengemukakan agar KPK kembali melanjutkan dan menuntaskan kasus Wisma Atlet yang sempat tidak selesai dan banyak menyeret anggota DPR-RI pada tahun 2012.

Terkait kasus itu Azmi Hidzaq merasa KPK tidak berani mengungkap kasus yang melibatkan Wayan Koster tersebut.

"Kami menagih janji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang katanya menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurut saya KPK tidak serius dan tidak ada iktikad baik untuk menuntuntaskan kasus korupsi wisma atlit ini, kami mempertanyakan kinerja KPK dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi I Wayan Koster. Terlebih kasus suap pembahasan anggaran di Kemendiknas dan Kemenpora." Ujar Azmi Hidzaq kepada Akuratnews, Kamis (26/12/2019).

Menurut Azmi, dugaan korupsi yang melibatkan I Wayan koster terdapat dalam beberapa kasus dengan Permai Grup. Fakta atas dugaan keterlibatan Wayan mencuat saat persidangan perkara kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Palembang, serta kasus korupsi penggiringan anggaran proyek di Kemdiknas dan Kemenpora, yang salah satunya melibatkan beberapa anggota DPR RI komisi X,

Dua perkara tersebut diketahui mencuat sekitar tahun 2012-2013 lalu. Koster saat itu diketahui menjabat sebagai pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.‎

Baca Juga: Laksi: Polisi Sudah Profesional Dalam Pembebasan Lahan di Taman Sari

"Dugaan keterlibatan dan turut serta dalam menerima aliran dana pembangunan wisma atlit telah di ungkapkan dari perusahaan Permai grup." imbuh Azmi.

I Wayan Koster sendiri sudah berulang kali diperiksa penyidik KPK terkait sejumlah kasus korupsi. Diantaranya kasus korupsi penggiringan anggaran proyek di Kemdiknas dan Kemenpora.

Bahkan di dalam surat dakwaan KPK terhadap Angelina Sondakh disebutkan bahwa Wayan Koster saat menjabat Wakil Koordinator Pojka Komisi X menerima uang sebesar Rp5 miliar dari Permai Group.

Pemberian uang itu untuk membantu Angelina Sondakh, selaku anggota Komisi V, untuk muluskan pembahasan anggaran Wisma Atlet SEA Games di Kemenpora

"Atas dasar itulah maka kami meminta KPK agar membuka kembali kasus tersebut sehingga rasa keadilan masyarakat terhadap penegakan hukum dapat pulih kembali." tutup Azmi.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga