Aktivis Perempuan Ini Akui, Tak Mudah Ambil Peran Guru di Masa Pandemi Corona

Jakarta, Akuratnews.com - Saat pandemi Corona (Covid-19) melanda tanah air dan mengharuskan banyak aktivitas dilakukan di rumah termasuk aktivitas belajar, peran guru di sekolah dirasa luar biasa dan sangat berarti.

Hal inilah yang kini dirasakan oleh aktivis perempuan, Rani Anggraini Safitri. Ketua Sahabat Kartini yang juga pendiri Yayasan Bahira ini sudah hampir dua bulan menjadi pengajar bagi anak-anaknya yang harus belajar di rumah akibat diliburkannya sekolah imbas wabah Corona.

'Peran seorang guru saat ini luar biasa, kerasa banget saat ini. Setiap pagi saya mengajarkan anak-anak saya belajar. Nggak mudah itu," ujar Rani usai kegiatan rutin membagikan 150 kotak makanan bagi masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah Cibubur, Selasa (28/4).

"Itu saking tak mudahnya menjadi seorang pengajar. Mungkin karena itu, banyak wanita yang berpikir lebih enak jadi wanita karir ketimbang jadi guru," ucapnya.

Ia pun sadar, tak mudah memberi pijakan pendidikan pada anak-anak. Apalagi posisi orangtua sebagai orang terdekat anak-anak dalam keluarga berbeda dengan guru yang notabene hanya jadi pengajar di sekolah.

"Mereka kan kalau sama orangtuanya ada manja-manjanya kalau diajarin. Saya juga nggak pernah (bisa) marah kalo ngajarin mereka," papar Rani.

Ia berharap, peran ibu yang kini disebut Kartini masa kini semakin menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya, menjadi istri yang baik bagi suaminya, walau di tengah masa pandemi Corona yang berimbas di segala sendi kehidupan, terutama ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Dirinya pun mengaku akan terus mencoba berdonasi bagi masyarakat yang kini banyak terdampak secara ekonomi oleh wabah Corona ini.

"Di masa sulit seperti ini masalah perut juga jadi masalah utama. Kepada teman-teman yang mampu, mari kita bantu yang membutuhkan. Apalagi ini bertepatan dengan bulan Ramadhan," pungkas Rani.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga