Alat Rapid Test Anti Gen Dijual Bebas, Apa Boleh?

Tangkapan Layar (screenshot) dari salah satu online shop

Surabaya, Akuratnews.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita, melarang alat rapid test anti gen yang dijual bebas.

Saat ditanya apakah boleh alat rapid test anti gen dijual bebas, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita dengan tegas menjawab tidak boleh.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Fenny ini menerangkan bahwa untuk melakukan rapid test antigen, tidak boleh dilakukan sendiri, harus oleh tenaga medis.

"Harus tenaga kesehatan dan punya surat ijin praktek, yang boleh melakukan rapid test," kata drg. Fenny, saat dihubungi lewat pesan Whats app, Selasa (19/01)21).

Namun, saat akuratnews.com menanyakan langkah yang akan diambil Dinkes Kota terkait perdagangan alat rapid test antigen yang terjadi di Surabaya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya enggan berkomentar.

Sebelumnya diberitakan akuratnews.com, Akibat mahalnya biaya rapid test, masyarakat di Surabaya mulai memburu alat rapid test anti gen, yang dijual di online shop maupun di toko alat kesehatan.

Hasil penelusuran akuratnews.com, di beberapa online shop maupun toko alat kesehatan, harga alat rapid test antigen bervariatif, berkisar antara 1,5 juta sampai dengan 3 juta rupiah per box, tergantung merk dan jenisnya.

Penulis:

Baca Juga