Aliansi Peduli PPA Kritik Krammer Hilinaa karena Tidak Transparan

Gunung Sitoli, Akuratnews.com - Pusat Perlindungan Anak (PPA) IO133 Krammer Hilinaa mendapat kritik pasca perekrutan mentor dan tutor. Hal itu lantaran perekrutan diduga tidak sesuai dengan kesepakatan pada pengumuman yang dibaca saat kebaktian gereja di BNKP Hilinaa.

Anggota Aliansi Peduli PPA IO133 Krammer, Yatun Ngellina lase mengatakan pihaknya merasa keberatan karena perekrutan terkesan tidak transparan.

"Dalam perekrutan ini sudah diumumkan sebelumnya bahwa yang diterima menjadi mentor harus tamatan sarjana. Namun pada realitanya, diterima tamatan SMA," kata dia saat dihubungi awak media, Selasa (30/10/2018).

Ia menambahkan, pihak PPA IO133 Krammer Hilinaa melakukan pemberhentian sepihak terhadap tutor tanpa pemberitahuan. Masalah lain juga terjadi pada kualitas makanan anak PPA.

"Diduga kurang matang makanan ringan yang diberikan," ungkap Yatun dengan nada kesal.

Sementara itu, Temaziduhu Zebua yang juga dikonfirmasi lewat telepon seluler terkesan menutup diri.

"Kalau mau menyakan masalah PPA silahkan ke kantor PPA," ucapnya dalam bahasa daerah Nias yang sudah diterjemahkan, Selasa (30/10/2018).

Hal serupa terjadi pada Pdt Perlindungan Zebua S.Th Gembala PPA IO133 Krammer Hilinaa yang terkesan mengelak saat dijumpai di kediamanya.

Dari pantauan awak media, anak-anak PPA IO133 Krammer Hilinaa berjumlah 224 orang terdiri dari putra dan putri. (Edw)

Penulis:

Baca Juga