Aliansi Pemuda Cinta Indonesia Dukung KPU Dalam Menuntaskan Pemilu 2019

Jakarta, Akuratnews.com - Sejumlah massa mengatasnamakan diri Aliansi Pemuda Cinta Indonesia (APCI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta pusat, Senin (13/5/19).

Kedatangan mereka untuk mendukung KPU RI dalam menuntaskaan Pemilu 2019 dan menolak segala ancaman serta Delegetimasi terhadap Penyelenggara Pemilu.

KPU diminta harus berani menyatakan diri Netral, tidak curang dan melakukan Intervensi, mereka juga mendesak KPU harus menyatakan kepada media bahwa yang dituduhkan dalam pelaksanaan Pemilu terdapat kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif tidak benar adanya.

Menurut Hendri selaku Koordinator aksi, mengatakan bahwa, Satu tahun setelah Proses Pemilihan Umum tahun 1999, Pemerintah bersama DPR telah mengeluarkan UU No. 4 Tahun 2000 tentang perubahan atas UU No 3 Tahun 1999 tentang Pemilu, berjalannya waktu UU No. 4 tahun 2000 di ubah dengan UU No.17 Tahun 2017 tentang pemilihan umum.

"Hal pokok yang sangat mendasar dari perubahan tersebut adalah Penyelenggara Pemilihan Umum di lakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengedepankan Independen dan Netralitas serta Nonpartisan." kata Hendri dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Senin, (13/5/2019).

Independen, netral serta Nonpartisan inilah yang menjadi Label baru yang di sandang oleh KPU. "Pembentukan KPU tidak terlepas dari Aktivitas di masa lalu yaitu pada tahun 1999, dimana pada tahun tersebut KPU beranggotakan para Fungsionaris Partai Politik Peserta Pemilu. Dalam perjalanan KPU saat itu dilihat dengan jelas bahwa arus politik begitu besar yang di mainkan oleh fungsionaris partai peserta pemilu." jelasnya.

Kenyataan ini tentu sangat tidak menggembirakan dilihat dari sudut pengembangan citra dan perkembangan KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu.

Ia menilai KPU adalah Lembaga yang bersifat Nasionl, tetap dan mandiri. Dimana hal tersebut tercantum dalam UUD 1945 serta UU Pemillu itu sendiri. Karna itu, KPU harus mampu menyelenggarakan pemilu dengan tetap mengedepankan pencapaian asas-asas Umum Penyelenggara Pemilu yaitu, bebas, jujur adil dan bermartabat.

"Untuk mendukung tercapainya sasaran tersebut, KPU berkewajiban untuk melaksanakan dan mentaati hukum serta peraturan yang ada di Indonesia, melaksanakan tugas dengan jujur dan adil serta dukungan moril dari masyarakat Indonesia,"kata Hendri.

Terkait hal itu, Hendri menyebut, Aliansi Pemuda Cinta Tanah Air ingin mengajak segenap Masyarakat Indonesia dari sabang sampai dengan Merauke agar mendukung KPU dalam Pemilu 2019 ini.

Menurut dia, Pasca Pemilu 2019 kondisi atau situasi Poitik semakin Memanas dimana terdapat sekelompok elite Politikus yang selalu menggaungkan People Power, hal tersebut di gaungkan akibat tidak ada netralitas KPU dalam menjalankan Pemilu 2019, padahal dari hasil Survei mengatakan bahwa terdapat 80% Masyarakat Indonesia mengaku yakin terhadap KPU dalam menjalankan Pemilihan Umum 2019.

"Maka dari itu dalam kesempatan ini kami kembali ingin mengajak seluruh element Masyarakat untuk sama-sama menjaga keharmonisan serta keamanan baik tingkat daerah maupun Nasional." ucapnya.

"Kami berharap masyarakat tidak mudah di provokasi sehingga melakukan hal-hal yang tidak baik dan melanggar hukum. Marilah kita semua bersama-sama mendukung KPU untuk menyelesaikan Pemilu 2019."tukasnya.

Penulis: Hengky
Editor: Redaksi

Baca Juga