Alih Alih Dapat Kepastian Kasus Penganiayaan Sejawatnya, Tim Peradi Surabaya Pulang Dengan Kecewa

Sekertaris Divisi Pembelaan Profesi DPC Peradi Surabaya, Samba Prawira Jaya ( kiri depan), dan Johanes Dipa Widjaja (kanan depan)

AKURATNEWS - Tim Divisi Perlindungan Profesi DPC Peradi Surabaya, datangi Mapolrestabes Surabaya, Selasa (21/6/22) pagi.

Kedatangan mereka guna menanggapi serta memastikan pelimpahan Kasus penganiayaan pengacara Matthew Gladden, yang tercatat pada surat pemberitahuan dengan Surat nomor B/6093/VI/RES.1.6/2022/Ditreskrimum yang dikeluarkan oleh Polda Jatim, telah diterima oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Namun alih alih mendapatkan kepastian, tim yang diketuai oleh pengacara Johanes Dipa Widjaja itu, harus pulang dengan kecewa. Sebab ternyata berkas pelimpahannya belum sampai di Satreskrim. Padahal sudah dilimpahkan sejak Jumat (17/6/22) lalu.

Ditemui usai keluar dari ruangan Reskrim Polrestabes Surabaya, Sekertaris Divisi Pembelaan Profesi DPC Peradi Surabaya, Samba Prawira Jaya mengutarakan kekecewaannya.

"Kami cek ke kantor pak Kasat mereka masih menunggu. Ya indikasi orang ini (pelaku) kebal hukum sudah mulai terbukti. Kami tidak tahu berapa lama secara administratif surat tersebut dr polda ke polres sampai. Tapi kalau ini sudah 4 hari kan tidak wajar menurut saya," ungkap Samba.

Samba yang mengaku sudah bersurat resmi ke Polrestabes Surabaya ini mengherankan, sikapak pejabat Polrestabes yang seakan-akan angkat tangan atas kasus Matthew.

"Memang ada giat hari ini jadi tidak ada semua pejabatnya (polres). Kami akan datang kembali dan memastikan apakah perkara ini dilakukan dengan baik. Aneh bagi kami, semua orang pada angkat tangan," bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Johanes Dipa Widjaja menegaskan, pihaknya akan terus mengawal dan mendesak agar kepolisian segera menuntaskan kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami dari DPC Peradi akan mengawal terus kasus ini agar pelaku jangan sampai merasa dirinya kebal hukum. Ini negara hukum apakah hukum bisa ditegakan," tegas Dipa.

Diberitakan akuratnews sebelumnya, DPC Peradi Surabaya meminta perlindungan hukum, kepada Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh DVT, seorang warga sekitar Apartemen Purimas, terhadap Matthew Gladden, salah satu advokat magang pada Kantor Hukum Salawati dan Ardyrespati.

Advokat Ardyrespati mengungkapkan, kasus pemukulan itu terjadi saat pihaknya mendatangi sekelompok warga yang tengah melakukan rapat tanpa ijin pengurus. Kelompok itu diduga akan membuat pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) tandingan.

“Kantor Hukum kami adalah penerima kuasa dari Magdalena selaku Ketua Perhimpunan Pemilik Dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS),” terang Ardyrespati, Jumat (17/6/22)

“Saat kami mendatangi mereka, kami ditolak dan tidak boleh masuk. Hingga akhirnya terjadilah kekerasan kepada salah seorang tim kami, yakni Matthew,” jelasnya, saat pers rilis di Kantor DPC Peradi Surabaya, Jalan Dukuh Kupang Barat.

Penulis:

Baca Juga