Alih-alih Untung Berinvestasi, Pengusaha Muda Ini Rugi Miliaran

Surabaya, Akuratnews.com - Alih-alih mendapatkan keuntungan dari investasi dengan membeli saham Repurchase Agreement (Repo) di sebuah perusahaan bernama PT Trisurya Lintas Investama (TLI), Ongky Wira Setiawan, pengusaha muda asal Surabaya malah rugi miliaran.

Ongky mengisahkan, ketertarikannya bermula saat diberi tawaran oleh PT Versailles Indomitra Utama (VIU), yang merupakan perusahaan broker.

Setelah menggali informasi terkait PT. TLI, akhirnya Ongky menyimpulkan bahwa perusahaan manajer investasi itu bisa dipercaya. Alasannya karena menggunakan trust sekuritas.

"Saya lihat dan pelajari, sekuritasnya juga aman, pakai trust sekuritas juga," kata Ongky, Rabu (10/2).

Kemudian Ongky memutuskan untuk berinvestasi melalui PT TLI, dan langsung mendapat rekening dana nasabah yang dibuatkan oleh perusahaan tersebut.

Pada awal tahun 2018, Ongky membeli 575.100 lembar saham Bank Jabar (BJBR) senilai Rp1 miliar.

"Selama itu saya dapat keuntungan sekian persen dari investasi saya sesuai dengan kontrak. Jadi tidak ada masalah awalnya," ungkapnya.

Merasa tidak ada kendala, Ongky pun tertarik membeli kembali lembar saham BJBR sebanyak, 936.000 lembar saham (senilai Rp1,5 miliar), 1.193.900 lembar saham (senilai Rp2 miliar), dan 588.200 lembar saham (senilai Rp1 miliar).

Jika ditotal, Ongky sudah membeli 3.293.200 lembar senilai Rp 5,5 miliar. Ditambah dengan saham SMBR, seharga Rp1 miliar.

"Itu saya beli sekitar tahun 2018 sampai 2019. Ada total lima kontrak, empat produk Bank Jabar (BJBR) dan satu saham produk Semen Baturaja (SMBR)," terangnya.

Namun belakangan ini, setelah nilai investasinya mencapai Rp6,5 miliar, tiba-tiba ia sudah tidak menikmati bunga 9 persen dari investasinya selama ini.

Melihat kenyataan keuntungan investasinya, tiap bulan terlambat dibayar hingga jatuh tempo, Ongkypun menarik uang yang sudah diinvestasikannya, karena merasa ada yang tidak beres.

Lagi-lagi ia harus menerima pil pahit, dikarenakan saat penarikan, muncul selisih saham yang tidak sesuai dengan nilai dan jumlah kontrak awal dengan PT TLI.

"Ada selisih saham BJBR  yang seharusnya 3.293.200 lembar, hanya tercatat 1.631.900 lembar. Begitu pula saham SMBR 698.400 lembar, hilang 18.700 lembar. Selisihnya sampai setengahnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, diceritakan Ongky, dirinya dikejutkan dengan adanya produk saham milik PCAR yang menurutnya tak pernah dibelinya.

"Saya hanya beli dua produk.BJBR sama SMBR. Tiba-tiba ada lagi itu saham milik PCAR. Padahal saya tidak pernah membelinya. Lembarnya seratusan ribu. Saya tidakpeenah bermain di nilai saham dibawa seribu per lembar. Itu PCAR nilainya 300 rupiahan per lembar. Jadi saya tidak mau beli dan tidak pernah merasa membelinya. Tapi kok ada di rekening saya. Ini aneh," keluhnya.

Akibat adanya nilai saham PCAR, yang misterius tersebut, Ongky mengalami rugi besar. Serta selisih saham yang hampir separo raib entah kemana.

Dari modal sekitar Rp6,5 miliar, Ongky hanya bisa menarik sebesar Rp1,7 miliar saja dan sisanya raib tanpa ada pertanggungjawaban.

Merasa dirugikan, Ongky langsung melaporkan Tommy Iskandar Widjadja, direktur PT TLI, ke Polrestabes Surabaya.

Kuasa hukum Ongky, Advent Dio Randy menduga, ada pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh PT TLI mengingat produk tersebut ditanda tangani oleh Tommy Selaku Direktur PT TLI tersebut.

"Kami laporan dugaan penipuan dan penggelapan dan saat ini sudah ditangani oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya," kata Dio.

Menurut Dio, kliennya telah beberapa kali menjalin komunikasi dengan PT TLI untuk meminta pertanggungjawaban atas nilai investasi yang tidak sesuai itu, namun upaya Ongky tidak disambut baik oleh pihak PT TLI.

Sementara itu, Kuasa Hukum Tommy Iskandar Widjadja, Yudhistira membantah kliennya mengenal Ongky dan tidak merasa bertransaksi denganya sama sekali.

"Kami sebagai Penasehat Hukum dapat kami sampaikan bahwa klien kami tidak pernah mengenal, bertemu apalagi melakukan transaksi REPO Saham dengan Saudara Ongky," tegasnya.

Yudhistirapun memastikan jika tidak pernah ada penandatanganan yang dilakukan oleh Tommy selaku direktur PT TLI dalam transaksi bersama Ongky.

"Tidak ada tanda tangan seperti yang disebutkan oleh pelapor. Karena permasalahan ini sudah masuk ke ranah hukum maka Klien Kami sepenuhnya menyerahkan penanganannya kepada Aparat Penegak Hukum yang tentunya akan melaksanakan tugasnya secara profesional dan sesuai Prosedur," katanya.

Terpisah, Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha saat dihubungi wartawan, membenarkan laporan Ongky Wira Setiawan terhadap Tommy Iskandar Widjadja.

"Benar sudah masuk laporannya," jawab Ambuka Yudha.

Meskipun demikian, Ambuka belum mau membeberkan secara detail perkembangan kasus tersebut.

"Masih proses. Untuk pemeriksaan saksi sepertinya sudah. Kalau untuk terlapor masih kami cek dulu ya. Yang pasti kami proses sesuai dengan prosedur yang ada," tutupnya.

Penulis:

Baca Juga