oleh

Aliran Air Kembali Diputus, Warga Sambangi Pengelola Sentul City

Babakan Madang, Akuratnews.com – Puluhan warga Sentul City yang tergabung dalam Komunitas Warga Sentul City (KWSC) mendatangi kantor pengelola Sentul City, kedatangan mereka untuk menuntut agar memasang kembali aliran air yang di putus oleh pengelola secara sepihak tanpa sepengetahuan dan pemberitahuan terlebih dahulu terhadap warga.

Desman Sinaga salah satunya, warga Sentul City yang sekaligus menjabat sebagai ketua KWSC, tanpa sepengetahuan dirinya, aliran air dirumahnya di putus oleh pengelola saat rumahnya sedang kosong.

“Pihak pengelola tanpa memberitahu kepada warga langsung memutus aliran air dirumah saya dan teman teman lainya tanpa alasan yang jelas,” kata Desman Kepada Akuratnews.com, Kamis. (23/2/17)

Menurutnya, warga yang aliran airnya di putus oleh pengelola, setiap bulan selalu membayar Biaya Pengelolaan Dan Pemeliharaan Lingkungan (BPPL).

“Yang di putus ini warga yang setiap bulannya membayar BPPL, kita tidak pernah telat membayar, tapi tanpa alasan yang jelas pihak pengelola memutus air kami tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” terangnya.

Untuk menyelesaikan masalah ini, KWSC pun mengundang Camat Babakan Madang, Yudi Santosa. Namun, seolah tak menggubris keluhan warga, ia pun tidak menghadiri undangan dari warga hanya mengutus Satpol PP Kecamatan Babakan Madang. Berbeda dengan Camat Citeureup, Asep Mulyana, warga menginginkan agar secepatnya di betonisasi jalan raya pahlawan Citeureup – Babakan, beliau sampai rela mempertaruhkan jabatannya sebagai Camat demi tercapainya keluhan dari warga Sekecamatan Citeureup

“Kita bingung kenapa pak camat tidak berani hadir kesini,” ucapnya

Warga Sentul City pun menduduki dan berencana menginap di kantor mengelolaan Sentul City sampai keinginan mereka dikabulkan.

Ditempat terpisah keterangan dari budi yang dihubungi melalui Whats app,Pihak PT Sentul City, Tbk. menyampaikan bahwa sentul city akan terus melakukan imbauan dan peringatan,bahkan somasi secara hukum bagi setiap penghuni yang belum melakukan kewajibannya padahal sudah menikmati fasilitas perumahan yang disediakan oleh pengembang, hal itu juga menghindari unsur ketidakadilan,karena beban pemeliharaan lingkungan dan keamanan hanya ditanggung oleh yang sudah membayar BPPL.

“Terkait dengan masih adanya pemutusan pasokan air,pihak sentul city memutus pasokann air,kepada warga yang tidak membayar ataupun warga yang membayar tetapi tidak  sesuai tarif.

Masih menurut budi Terkait hal ini perlu diperhatikan bahwa tanggungjawab pengembang terhadap Biaya Pengelolaan Lingkungan hendaknya dipahami tidak sebatas pada tangggung jawab pembiayaan saja, tetapi juga dalam hal tanggungjawab upaya pengadaan pembiayaan,tutupnya. (Toro)

Loading...

Komentar

News Feed