Kampanye Hitam Jurnalis Asing

Allan Nairn dan Operasi Intelijen Kotor

Foto ilustrasi

Jakarta, Akuratnews.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) membantah soal laporan hasil rapat Prabowo yang dituduhkan Allan Nairn bakal menangkap Lawan Politik dan sekutunya jika berhasil terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2019.

Dewan Pakar BPN Prabowo – Sandiaga, Dradjad Wibowo memastikan jika apa yang disampaikan Allan Nairn tak lebih dari hoaks. Dirinya sudah paham jika yang dilakukan Allan tersebut untuk mendiskreditkan Prabowo.

Kampanye hitam yang dilakukan Allan Nairn terhadap Prabowo dituding sebagai salah satu operasi intelijen kotor dan kebohongan besar untuk menghancurkan nama Prabowo Subianto jelang pemilu 2019.

“Hoaks besar itu. Itu operasi intelijen kotor yang dilakukan Mr X (Allan). Saya hafal lah cara main dia,” kata Dradjad sepertidikutip media nasional, Selasa (16/4/2019).

Drajad mengatakan kebohongan yang disebarkan Mr X dan 'geng'nya adalah upaya untuk merusak dukungan umat Islam. Apalagi secara spesifik menyebut HTI dan FPI. Drajad memastikan bahwa rapat yang digelar Prabowo tidak pernah bocor dari dalam sehingga apa yang disampaikan Allan Nairn yang dia sebut sebagai Mr. X adalah kebohongan besar.

Sebelumnya, Allan Nairn, jurnalis Asing asal Amerika Serikat menyebut Prabowo memiliki sejumlah strategi soal menumpaskan radikalisme di Indonesia, melalui akun Twitternya @AllanNairn14 pada Senin (15/4/2019). Di awal tulisannya, Allan menyebut Prabowo sedang membuat rencana untuk melakukan penangkapan massal terhadap lawan politik dan sekutunya.

Tulisannya itu diunggah ke dalam akun blognya allannairn.org dan disertai empat lembar dokumen yang dia klaim sebagai notulensi rapat yang digelar Prabowo di kediamannya pada 21 Desember 2018.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan pernah bertemu dan diwawancari oleh Allan Nairn. “saya tanya si Allan itu. Kamu tuh datanya dari mana, dari badan intelijen outsourcing?” kata Arief, Senin (15/4).

Outsourcing digunakan Arief untuk menggambarkan bahwa data yang dimiliki Allan ngawur. Teranyar Arief mengaku mendapat bukti tranfer uang kepada Allan dengan nilai lebih dari Rp 20 miliar. Bukti transfer itu didapat dari diplomat AS.

“Ini dia bukti transfer ke rekening Allan Nairn di DBS Bank Singapore untuk membuat kampanye hitam dan fitnah terhadap Prabowo dan TNI. Dari New York itu. Bulan Maret dia terima itu,” jelasnya.

Atas alasan itu, Arief mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap Allan Nairn karena sudah membuat sebaran informasi hoax di Indonesia. “Apalagi saat saya wawancara sama Allan Nairn, dia mengakui bahwa sangat tidak suka dengan Prabowo Dan TNI,” tandasnya. (*)

Penulis:

Baca Juga