Allianz Dukung Pengembangan Industri Keuangan Syariah Indonesia

Perbincangan mengenai masa depan " Islamic Finance in Indonesia" di Jakarta, Senin (10/12) - (foto Istimewa)
Perbincangan mengenai masa depan " Islamic Finance in Indonesia" di Jakarta, Senin (10/12) - (foto Istimewa)

Jakarta, Akuratnew - Allianz Indonesia hari ini, Senin(10/12) mengumumkan dukungan mereka atas pelaksanaan acara  “Islamic Finance in Indonesia” yang diselenggarakan oleh The Asset dengan berpartisipasi sebagai salah satu panelis. The Asset sendiri merupakan perusahaan multimedia dan event yang menawarkan platform bagi investor profesional untuk bertemu dengan perusahaan jasa keuangan di Asia.

Hadir sebagai panelis mewakili PT Asuransi Allianz Life
Indonesia (Allianz Life), Fitri Lindawati Lubis, Head of Fixed Income Allianz
Life Indonesia, yang menjadi salah satu pembicara bersama dengan perwakilan
dari regulator, Bank Indonesia, investor dan pelaku industri lainnya. Fitri
Lubis juga terpilih oleh Asset Benchmark Research sebagai “The Most Astute
Investors in Asian local currency bonds for 2018” dari Indonesia.

Kegiatan ini membicarakan mengenai Indonesia sebagai negara
dengan populasi umat Muslim terbesar di dunia yang sampai saat ini masih mengembangkan
industri keuangan syariah. Di tahun 2017, diperkirakan bahwa penetrasi keuangan
syariah masyarakat Indonesia baru sekitar 6% untuk asuransi dari keseluruhan pengguna
jasa keuangan yang ada.

Seperti diketahui bahwa di tahun 2017, pemerintah Indonesia
telah mengesahkan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk meningkatkan
peran Indonesia sebagai pusat industri keuangan syariah secara global. Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu juga meluncurkan roadmap yang dirancang untuk menciptakan industri layanan keuangan
syariah yang berkesinambungan sehingga dapat bersaing dengan layanan keuangan
konvensional di Indonesia.

“Allianz Life sebagai salah satu investor dalam industri
keuangan syariah harus memperhatikan tantangan dalam membeli aset yang sesuai
dengan prinsip syariah, dimana kami harus memastikan aset tersebut memenuhi
persyaratan sesuai fatwa dari Dewan Syariah Nasional. Selain isu ketersediaan
(supply) aset pada saat pembelian, investor juga harus memastikan bahwa
likuiditas setelah pembelian aset tersebut tersedia di pasar. Peraturan dari
regulator (OJK) juga diharapkan akan mendukung proses pembelian aset tersebut,”
kata Fitri Lubis.

Di dalam acara ini, pembahasan yang tak kalah menarik adalah
mengenai tantangan yang dihadapi dalam upaya mengembangkan keuangan syariah di
Indonesia, termasuk di dalamnya mengenai pangsa pasar yang besar, pilihan
produk yang terbatas dan kebutuhan untuk meningkatkan literasi keuangan
syariah. Selain itu peran fintech yang terus berkembang juga tidak bisa
diabaikan untuk menjadi pertimbangan semua pihak untuk mengembangkan dan
meningkatkan industri keuangan syariah di Indonesia.

Menjawab tantangan mengembangkan keuangan syariah dari sisi
bisnis, Allianz Life melalui unit bisnis syariah (Allianz Life Syariah) dengan
produk andalan asuransi jiwa dan kesehatan syariah, juga telah melakukan
beberapa strategi untuk meningkatkan penetrasi produk keuangan syariah. Langkah
yang secara rutin dan berkesinambungan dilakukan oleh Allianz Syariah salah
satunya melalui sosialisasi dan edukasi produk asuransi syariah, baik kepada
mitra bisnis keagenan sebagai garis terdepan yang menjadi ujung tombak pemasaran,
serta kepada masyarakat luas dengan bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi
Syariah (MES) secara rutin ke berbagai daerah di Indonesia.

Pasar yang bergerak ke arah generasi millennial juga menjadi
salah satu fokus strategi bisnis Allianz Syariah. Mulai tahun 2018 ini, Allianz
Syariah mengkampanyekan “Syariah is Now” sebagai langkah strategis dalam
mengembangkan jaringan pemasarannya dengan fokus perekrutan terhadap generasi
milenial yang berminat mengembangkan kemampuan kewirausahaan, dimana ke
depannya generasi ini juga akan menjadi target pasar asuransi syariah.

Beberapa langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan
sosialisasi mengenai asuransi syariah secara rutin terutama ke kampus-kampus.
Selain itu juga membuka akses seluas-luasnya bagi para milenial yang ingin memperdalam
pemahaman mengenai asuransi syariah.

Srikandi Utami, Managing Director Sharia Allianz Life
Indonesia, menjelaskan upaya yang telah dilakukan Allianz Life unutuk
memaksimalkan strategi bisnis khususnya unit bisnis syariah. “Untuk mendukung
tujuan memperkuat posisi di dalam potensi segmen pasar milenial, Allianz Life
Syariah memiliki keselarasan strategi dengan Allianz Life konvensional dalam
memberikan fasilitas pelayanan berbasis digital baik kepada mitra bisnis dan nasabah.
Beberapa inisiatif yang sudah dilakukan adalah dengan menyediakan platform layanan
pengajuan asuransi, pelayanan terkait informasi polis dan klaim yang dapat dilakukan
secara online.”

Ke depannya Allianz Life Syariah akan terus fokus melakukan
edukasi dan sosialisasi terhadap generasi milenial untuk semakin menunjukan
bahwa asuransi berbasis syariah memiliki nilai yang universal dan inklusif.

Penulis:

Baca Juga