Alona Diserahkan ke Kejaksaan, Ditahan di Polda Metro Jaya

AKURATNEWS - Kasus dugaan praktek prostitusi di bawah umur yang terjadi di Hotel Alona, Kota Tangerang yang menyeret artis Chyntiara Alona telah selesai disidik penyidik Polda Metro Jaya. Kini, kasus ini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Tangerang.

"Hari ini kami menerima penyerahan tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana perlindungan anak atas nama tersangka, pertama CA, kemudian yang kedua tersangka AA, dan yang ketiga tersangka DA dari penyidik PMJ lantaran berkas penyidikannya sudah lengkap (P21) dan dalam waktu dekat akan kita sidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang," ujar Kepala Kejari Kota Tangerang, I Dewa Gede Wirajana usai menerima pelimpahan berkas Chyntiara Alona, Rabu (14/7).

Dalam kesempatan ini, Kajari Tangerang juga menerima barang bukti, yaitu berkas-berkas dari Hotel Alona yang diduga dijadikan tempat praktik prostitusi.

"Selain menerima berkas tersangka, kita juga saat ini menerima bukti-bukti jika hotel tersebut dijadikan lokasi prositusi. Dimana sebelum disidangkan kami akan melakukan penelitian identitas dan barang bukti serta penelitian administrasi," ucapnya.

Untuk sementara, para tersangka termasuk CA akan dititipkan di tahanan Polda Metro Jaya lantaran Kota Tangerang sedang zona merah, sehingga Lembaga Pemasyarakatan Tangerang untuk sementara tidak menerima titipan tahanan.

Terpisah, kuasa hukum Cynthiara Alona, Halim Darmawan menyatakan kondisi Alona sendiri saat ini dalam keadaan sehat secara fisik, namun secara psikis Alona mengalami stres berat lantaran harus menjalani masa tahanan di Polda Metro Jaya.

"Secara fisik sehat, baik. Namun secara psikis namanya orang di dalam penjara menjalani tahanan pasti ada stres-lah ya. Dia stres, dia sempat sakit dikirimin obat dan vitamin sembuh lagi. Sakitnya dia pemikirannyalah, karena stres. Bahkan kadang ngomongnya ngawur ke mana-mana. Kalau lagi sadar, ya normal saja," tegas Halim.

Kepadanya, lanjut Halim, Alona mengaku khawatir dengan ancaman hukuman yang menjeratnya. Terlebih ia mengaku tak pernah mengetahui hotel yang menjadi lokasi usahanya ternyata dijadikan tempat prostitusi dan menjual anak di bawah umur.

"Saya sudah jelaskan bahwa nanti di persidangan semuanya akan kita sampaikan," ucap Halim lagi.

Dalam kasus tersebut, Alona didakwa melanggar Pasal 88 junto pasal 76 UU No 17/2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga