AMABOM Desak Komnas HAM dan Ombudsman Selidiki Bentrok di Perkebunan Bolingongot

AKURATNEWS - Terkait insiden bentrok di perkebunan Bolingongot, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang mengakibatkan satu warga meninggal dunia, Aliansi Masyarakat Adat Desa Toruakat, Dumoga Timur menyampaikan pernyataan sikap di hadapan DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Ada enam aspirasi yang disampaikan para tetua adat Desa Toruakat yang dibacakan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow (AMABOM), Mulyadi Mokodompit.

Ia menyatakan, Masyarakat Adat Toruakat mengutuk keras atas kejadian konflik horisontal yang diduga diciptakan pemilik PT. BDL yang menewaskan anak adat.

"Mendesak Polda Sulut melakukan penegakan hukum secara adil atas kejadian luar biasa di atas tanah adat Bolaang Mongondow, sekaligus mendesak Kapolda melakukan penjelasan kepada Masyarakat Adat di Toruakat khusus dan Bolaang Mongondow pada umumnya," ujar Mulyadi, Senin (4/10).

"Kami juga mendesak Komnas HAM dan Ombusman turun melakukan investigasi atas kejadian ini," tegas Mulyadi yang disaksikan para tetua adat Desa Toruakat lainnya.

Mereka juga mendesak DPRD Propinsi Sulut melakukan Investigasi langsung ke lapangan untuk melihat kejadian ini secara objektif.

"Kami juga mendesak Komnas HAM membentuk Tim Pencari Fakta untuk mengungkap semua kejadian yang terjadi di tanah Adat Masyarkat Desa Toruakat," pungkasnya.

Enam aspirasi terkait penembakan warga Desa Toruakat yang terjadi pada 27 September 2021 lalu ini langsung diserahkan kepada Wakil Ketua DPRD Sulut Viktor Mailangkay, Wakil Ketua Komisi I, H.V Kaawoan dan Sekertaris Komisi IV, Jems Tuuk.

Menanggapi hal ini, DPRD Sulut meminta agar pihak kepolisian secepatnya menyelidiki insiden yang menyebabkan adanya korban meninggal dunia, dan juga beberapa orang luka-luka. Hal ini untuk mencegah terjadinya konflik susulan yang bisa terjadi kapan saja.

"Sudah seharusnya pihak kepolisian berdiri di tengah dan mengusut tuntas perkara ini," kata Sekretaris Komisi IV, Jems Tuuk.

Sementara itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso meminta Kapolda Sulut, Irjen Nana Sudjana mengusut tuntas kasus penembakan yang mengakibatkan satu orang warga setempat tewas di area penambangan PT BDL ini.

“Kapolda harus menurunkan tim investigasi (untuk mengusut) apakah ada kesalahan prosedur penggunaan senjata di lapangan, apakah terjadi satu tindakan yang mengakibatkan kehilangan nyawa,” kata Sugeng dalam keterangannya, Senin (4/10/21).

Ia lantas menyinggung soal prosedur pengamanan kepolisian dalam insiden bentrok di lapangan. Menurut Sugeng, polisi harus menggunakan pendekatan persuasif, lalu melakukan pengamanan yang ketat.

“Kalaupun penggunaaan peluru tajam, ada standar penggunaan senjata. Apabila ada serangan yang berpotensi menghilangkan nyawa, itu harus dilumpuhkan,” ujar Sugeng.

Untuk itu, ia meminta Irjen Nana Sudjana memeriksa petugas komando lapangan yang bertugas melakukan pengamanan saat terjadi bentrok tersebut. Menurutnya, pemeriksaan itu harus dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyalahgunaan prosedur penggunaan senjata.

“Karena (terjadi) kehilangan nyawa, maka harus meminta pertanggungjawaban komando lapangan untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya disampaikan ke publik,” kata Sugeng.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga