Pemadaman Listrik Serentak

Amanah Perisai Nusantara: PLN Wajib Memberikan Kompensasi Ganti Rugi ke Pelanggannya

Petugas di stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Bendungan Hilir yang gelap akibat listrik padam. Jakarta. Minggu (4/8). foto : Dany Krisnadhi/ANCphoto

Jakarta, Akuratnews.com - Terkait pemadaman listrik di beberapa wilayah Khususnya Jakarta yang dilakukan oleh pihak Perusahan Listrik Negara (PLN), Minggu (4/8) kemarin hingga saat ini, maka sudah sepatutnya PLN harus memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada masyarakat sebagai konsumen.

Wakil Ketua Umum Amanah Perisai Nusantara, Ahmad Ahyar mengatakan, berdasarkan ketentuan di dalam UU No 30/Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan terkait hak dan kewajiban konsumen, jelas disebutkan di dalam Pasal 29 ayat 1 huruf e mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyedia tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik. jo UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Ahyar manambahkan, aturan tersebut ditegaskan kembali dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 27/ Tahun 2017 pasal 6 mengenai PT PLN (Persero) wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen dan seterusnya.

"Jelas masyarakat dalam hal ini sebagai pelanggan telah dirugikan secara sepihak. Apalagi pemadaman listrik tanpa ada pemberitahuan dan sangat berdampak kepada para pelaku usaha, perbankan, SPBU dan sarana transportasi massal,” ucap Ahyar dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi, Senin, (05/08/2019).

Pemadaman yang hingga hari ini masih dirasakan di beberapa wilayah, sudah sepatutnya pihak PLN memberikan ganti rugi atas apa yang dialami oleh pelanggannya dan juga terhadap para pelaku usaha sebagai konsumen.

"PLN juga harus segera berbenah diri dan melakukan recovery secepatnya terhadap beberapa pembangkit listrik yang mengalami gangguan, agar peristiwa ini tidak terulang dan menganggu kenyamanan dari masyarakat selaku pelanggan" pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, PLN akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan. Hal itu terkait pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah.

Saat ini PLN sedang menghitung besaran kompensasi yang akan diberikan kepada konsumen.

"Kami mohon maaf untuk pemadaman yang terjadi, selain proses penormalan sistem, kami juga sedang menghitung kompensasi bagi para konsumen. Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar" Ucap Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani, Senin,(5/8/2019).

Menurutnya, kompensasi akan diberikan sebesar 35% dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment, dan sebesar 20% dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesesuaian tarif tenaga listrik ( Non Adjustment).

Penerapan ini diberlakukan untuk rekening bulan berikutnya. Khusus untuk prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler. Pemberian kompensasi akan diberikan pada saat pelanggan memberi token berikutnya (prabayar).

Khusus untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai Service level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.

"Kalau gratis ada hitunganya sekian jam, sekian kwh, kira-kira sekian hari digratiskan tergantung kelompoknya ditiap wilayah yang tak dialiri listrik", paparnya.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, PLN akan terus bekerja maksimal untuk segera menormalkan aliran listrik kepada para pelanggan.

"Kami bekerja semaksimal mungkin penormalan seluruh pembangkit dan transmisi yang mengalami gangguan, saat ini sejumlah pembangkit listrik sudah mulai masuk sistem mencapai 9.194 MW" Ungkap Plt Direktur Utama (Dirut) PLN Sripeni Inten Cahyani.

Untuk perkembangan hingga pukul 12.00 wib, pembangkit yang sudah menyala saat ini yakni PLTU Suralaya 3 dan 8, Pembangkit Priok Blok 1-4, PEmbangkit Cilegon, Pembangkit Muara Karang, PLTP Salak, PLTA Saguling, PLTA Cirata, Pembangkit Muara Tawar, Pembangkit Indramayu, Pembangkit Cikarang, PLTA Jatiluhur, PLTP Jabar, serta total 23 Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) telah beroperasi.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Photographer: Dany Krisnadhi

Baca Juga