“Ambyar… Pertamina Mau Dijual?”

Diskusi yang digagas Lembaga Kajian Strategis Nusantara, dalam mensikapi isu Upaya pembentukan holding dan subholding Pertamina dan rencana menjual (IPO) subholdingnya ke bursa saham, yang turut dihadiri oleh tokoh dan pengamat nasional.

"Karena yang akan di offering adalah keidiotan dan kedunguan," tambahnya.

Menurutnya, tidak mungkin pertamina itu menghasilkan efisiensi hanya karena kebutuhan keuangan.

Rocky kemudian menyinggung soal etika bernegara, logikanya di dalam bisnis etik itu, etika utilitarian yang dalilnya berbunyi, kemaslahatan terbesar bila bagian terbesar dari masyarakat sudah menerima kemakmuran.

"Nah kalau itu yang dipakai, bagian terbesar itu ada di pulau jawa dan itu yang diincar oleh investor. Padahal BUMN itu tugasnya bukan sekedar wefare (Kesejahteraan), tapi Justice, (Keadilan)," paparnya.

Dan justice, menurut Rocky atinya bukan memberikan kesejehtaeraan pada bagian yang terbanyak dari bangsa ini, tapi mencari bagian yang tertinggal. Mendatangi mereka yang tersisih itu. Itulah tugas BUMN," tandasnya.

"Jadi saya ingatkan kembali bahwa yang terjadi sekarang adalah ketidak mampuan presiden untuk melihat perspektif keadilan dan itu berlaku di semua lini," katanya.

Merespon holding dan subholding pertamina, pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy mengkritik keras kebijakan tersebut. Menurut dia kalau berbentuk holding sebenarnya itu untuk memperbesar penetrasi korporasi terhadap pasar.

"Logika Holding yang dipakai oleh Kementeeian BUMN adalah logika korporat kapitalism, semakin besar perusahaan, semakin besar melakukan penetrasi pasar. Tapi logika ini sesungguhnya logika untuk komersial good, bukan pabrik good.Nah itu ketika kita menggagas kebutuhan holding, itu terjadi pada komersial good di BUMN. Misalnya, ketika pertamina itu punya jasa, silahkan bergabung dengan perusahaan-perusshaan yang namanya property," beber Noorsy.

Noorsy kemudian mengingatkan agar serikat Pekerja Pertamina dapat mengambil pelajaran dari apa yang terjadi dengan serikat pekerja PLN, termasuk yanh disingkirkan ke pulau pulau terpencil. "Anda harus siap menghadapi kenyataan seperti itu," kata Noorsy.

"Kalau anda tidak mau melihat anak anak BUMN ini dicacah, maka serikat Pekerja pertamina harus menegaskan tidak bisa dicacah oleh kekuatan yang sama", tandas Ichsanuddin Noorsy.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga