Amerika Serikat Diminta Hentikan Senjatai Teroris

Jakarta, Akuratnews.com - Wakil Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag mengatakan Amerika Serikat harus berhenti mempersenjatai teroris PYD/PKK untuk menghindari konfrontasi dengan Turki

Dalam siaran berita A Haber, Bozdag mengatakan, "jika administrasi AS tidak ingin mengkonfrontasi Turki, satu-satunya cara adalah menghentikan bantuan untuk teroris."

Dikatakan Bozdag, teroris PYD/PKK seharusnya diinstruksikan untuk meninggalkan wilayah sisi kiri Eufrat dan berhenti melawan Turki. Katanya lagi, operasi Ranting Zaitun akan terus dilakukan sampai semua kelompok teroris diberantas habis.

Mengenai usulan AS untuk membangun "zona aman", Bozdag mengatakan bahwa zona aman tidak akan menghentikan operasi Afrin. "Keduanya adalah masalah yang berbeda dan harus ditindaklanjuti dengan cara berbeda pula," tegas Bozdag.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Rabu mengatakan bahwa Menlu AS Rex Tillerson mengusulkan pembangunan zona aman seluas 30 kilometer di barat laut Afrin, Suriah.

Pada Sabtu lalu, Turki melancarkan Operasi Ranting Zaitun untuk memberantas teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin. Menurut Staf Militer Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki, juga memberantas kelompok teror PKK/KCK/PYD-YPG dan Daesh, serta melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut digelar di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, dan hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB. Pihak militer juga memastikan bahwa keselamatan penduduk sipil menjadi prioritas utama.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012, ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut ke kelompok teror tanpa perlawanan apapun.

Bozdag juga mengatakan, seharusnya tidak ada yang perlu mempertanyakan kesungguhan Turki dalam perang melawan kelompok teror Daesh. (Jrn)

Penulis:

Baca Juga