AMMS: “Ada Apa di Balik Jurassic Park?”

Labuan Bajo Akuratnews.com - Aliansi Mahasiswa Manggarai Surabaya (AMMS) mempertanyakan terkait pembangunan Jurassic Park dikawasana Taman Nasional Komodo (TNK). Hal itu di sampaikan dalam tema sebuah diskusi online yang diselenggarakan oleh AMMS pada Jumaat, 13 November 2020.

Diskusi ini, dibuka oleh sekertaris jendral AMMS Emilianus Yosta Remba. Sebagai mana yang dikutip dari pers rilis AMMS, dalam sambutan Emilius menyatakan bahwa polemik pembangunan Jurassic Park perlu ditanggapi dan didiskusikan secara mendalam dan komperhensif, agar diskursus sosial yang merupakan roh dari demokrasi tidak dibajak oleh segelintir orang yang mengatasnamakan pembangunan berkelanjutan.

"Kami (AMMS) sengaja mengadakan diskusi ini karena kami menganggap polemik jurassic park perlu didiskusi secara komperhensif agar diskursus sosial yang merupakan roh dari demokrasi tidak dibajak oleh segelintir orang yang mengatasnamakan pembangunan berkelanjutan". Jelas Emilius.

Diskusi tersebut dihadiri oleh 4 nara sumber diantaranya: Aloisius Suhartin Karya - Ketua Forum Masyarakat Peduli dan Penyelamat Pariwisata (FORMAPP) Manggarai Barat, Umbu Wulang Tannamahu Parangi - Direktur WALHI NTT, Emanuel Konfildus - anggota DPRD NTT Periode 2019-2024 dan Urbanus Sius - perwakilan dari Balai Taman Nasional Komodo.

Menurut Aloisius Suhartin Karya yang akrab di sapa Lois, saat dihubungi Akuratnews.com via WA menyatakan bahwa, merujuk pada Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam No: 65/Kpts/DJ-5/2001 tentang zonasi Taman Nasional Komodo, zonasi hanya dibagi menjadi dua bagian: inti dan rimba. Dua zonasi ini tertulis jelas bahwa tidak boleh terdapat aktivitas manusia, kecuali wisata alam terbatas.

Selanjutnya 1 2 3

Baca Juga