AMSUB Tuntut Bubarkan ‘Bayi Koperasi Indonesia Power” Pengambil Alih Pekerjaan

Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB) menuntut dibubarkannya PSS yang diduga perusahaan di bawah koperasi yang merupakan perusahaan kaki tangan pejabat IP, di Pangkalan Susu Langkat dengan memonopoli pekerjaan yang diindikasi merugikan negara milyaran rupiah dan sudah berlangsung bertahun-tahun.

Terkait pelanggaran di Garda Power Mandiri (GPM), AMSUB menduga di tahun 2016 ada pekerjaan jasa Bidang security yang ditangani oleh GPM dengan tenaga kerja 29 orang bernilai kurang lebih 1,4 Miliyar namun tidak pernah ditenderkan sementara menurut peraturan semua pekerjaan yang bersifat umum itu harus ditenderkan.

“Sekarang jumlah personil security IP sudah mencapai kurang lebih 70 personil itu berarti sudah lebih nilainya dari yang lama,” ungkapnya.

Dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Karya Minosa Perkasa, AMSUB menilai, perusahaan tersebut merupakan perusahaan dari Jawa, yang baru didatangkan setelah tahun baru. Dimana dalam pekerjaannya hanya merehab kamar mandi. Sementara Vendor local tidak pernah diberikan kesempatan oleh IP karna  dianggap tidak memenuhi syarat dan kurangnya kemampuan.

“IP selalu menilainya vendor local tidak layak untuk diberikan pekerjaan. Ini jelas terlihat bahwa IP tidak pernah memberikan kesempatan kepada vendor-vendor local. AMSUB meminta untuk segera Periksa dan Bubarkan Indonesia Power Pangkalan Susu Kabupaten Langkat,” tegasnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga