Ancaman Sri Bintang, Jatuhkan Jokowi dalam Aksi Revolusi di DPR

Jakarta, Akuratnews.com - Sri Bintang Pamungkas menjadi salah satu tokoh yang paling sering di Penjara sejak zaman Soeharto. Dan  soal dilaporkan ke polisi merupakan hal yang dia anggap biasa. Seperti yang dialami saat ini, Sri Bintang dilaporkan ke polisi oleh ormas yang mengaku sebagai ormas Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia atau PITI.

Sri Bintang Pamungkas disangkakan telah memprovokasi orang lain dengan mengajak publik menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai Presiden.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forjis, Sri Bintang mengatakan, akan turun menggelar demonstrasi besar-besaran dengan tujuan "Revolusi", menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden terpilih pada Pilpres 2019.

Namun Sri Bintang mengatakan tujuannya bukan untuk menjatuhkan rezim Jokowi, melainkan berharap agar konstitusi dikembalikan ke UUD 1945 yang asli.

Sri mengancam akan mencabut mandat Jokowi dan membentuk pemerintahan yang baru sebagai salah satu usaha penyampaian pendapat. Sri Bintang mengaku dia berusahan mewujudkan itu (mencabut mandat dengan revolusi).

Namun Sri Bintang menyatakan, dia tidak tahu kapan dia akan memulai aksi menolak Jokowi. Sri Bintang hanya memastikan sebelum tanggal 20.

"Maksud saya sebelum tanggal 20 itu memang kita bermaksud untuk menolak pelantikan itu," kata Sri Bintang Pamungkas kepada wartawan di Rumah Kedaulatan Rakyat Jl. Guntur Nomor 49, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2019) malam.

Sri mengungkapkan, dia akan turun ke jalan untuk aksi di depan Gedung DPR/MPR pada Rabu (11/9/2019) besok.

"Kami dengan Front Revolusi Indonesia (FRI) tidak bergerak sendiri. Bersama rakyat kita melihat memang rakyat menghendaki itu. Oleh karena itu kita maju untuk memimpin. Jadi, didasarkan keinginan rakyat bukan pribadi," jelasnya Sri Bintang, dikutip situs nasional.

Sri Bintang menegaskan, aksi nantinya bukan untuk menjatuhkan kepemerintahan yang sah, melainkan berusaha untuk menjatuhkan presiden terpilih pada Pilpres 2019 kemarin. "Kalau Presiden jatuh, rezim jatuh. Tetapi begini, yang saya (ingin) jatuhkan adalah Jokowi yang belum jadi presiden. Dia itu calon presiden terpilih," tegasnya.

Untuk diketahui, Sri Bintang dilaporkan ke Polisi selain oleh PITI, ada juga ormas lainnya, yakni Gerakan Taruna Nusantara (Getar Nusa), Ikatan Persaudaraan Tionghoa Indonesia (IPTI) dan Solidaritas Indonesia Bersatu (SIB).

"PITI keberatan atas pernyataan video yang beredar di Youtube di mana bahwa Sri Bintang Pamungkas mengajak rakyat Indonesia untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma'ruf Amin pada tanggal 20 Oktober 2019," kata Ketua Umum PITI Ipong Hembing Putra di Molda Metro Jaya, Rabu (4/9/2019).

Ia menganggap pernyataan itu sebagai bentuk hasutan bagi masyarakat untuk menggagalkan proses pelantikan itu. "Saya anggap itu menghasut dan memprovokasi rakyat Indonesia," tandasnya. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga