Andreas Hugo Pareira: PDIP Merupakan Partai Terbuka

Andreas Hugo Pareira

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira membenarkan, bahwa hubungan antara mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dengan Partai Politik Pimpinan Megawati Soekarnoputri itu sudah lama.

"PDIP merupakan partai terbuka. Kalau pak AA (Antasari Azhar) ingin bergabung dengan PDIP tentu dengan senang hati dan welcome ke Rumah Kebangsaan," kata Andreas Hugo Pareira, Minggu (29/1/2017).

Pernyataan demikian disampaikan Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP, terkait berita dukungan Antasari kepada pasangan calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) usai menyaksikan secara langsung acara Debat Kandidata Calon Gubernur DKI putaran ke-2 pada di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017) pukul 19.30-22.00 WIB.

"Beliau (Antasari Azhar) adalah alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Tentu saja teman-temannya banyak yang di PDI Perjuangan. Mungkin beliau merasa at home di PDI Perjuangan," ujar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar telah menyatakan dukungan kepada pasangan Nomor Urut 2 pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, yang dihelat 15 Frebuari 2017 mendatang.

“Setelah debat beliau dengan mantap memberikan dukungan kepada Pak Ahok dan Pak Djarot,” kata Hasto di DPP PDIP Jakarta, Sabtu (28/1/2017) malam.

Lanjut Hasto, Antasari datang sebagai pengamat pada debat kedua pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Antasari ingin mendengar seluruh gagasan dari ketiga pasangan calon di pilkada Jakarta. Namun akhirnya memutuskan mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Alasannya, kata Hasto, Antasari melihat kepemimpinan Ahok sudah memberikan gagasan dan pengalaman nyata. Termasuk bagaimana mengatasi ketidakadilan dan menciptakan birokrasi yang efisien. (Ahyar)

Penulis:

Baca Juga