Demo di Bawaslu dan DKPP

Andrianto: Bawaslu & DKPP Harus Tetapkan Pemilu 2019 Sebagai Pemilu Curang!

Jakarta, Akuratnews.com - Massa Aliansi Lawan Pemilu Curang (ALPC) kembali mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jumat (10/5/2019). ALPC mendesak Bawaslu bertindak tegas dan cepat untuk menyelesaikan dugaan kecurangan Pemilu yang berlangsung pada 17 April 2019 tersebut.

Inisiator Aliansi Relawan Pemilu Curang, Andrianto SIP mengatakan, Bawaslu harus Proaktif dengan masifnya kecurangan pemilu, menurutnya kecurangan ini merupakan ancaman terhadap masa depan demokrasi Indonesia.

"Saya rasa Bawaslu sudah harus proaktif jangan hanya diam, masa Bawaslu buta dan tuli mata hatinya," ujar Andrianto. Menurut dia, Bawaslu harus mengeluarkan keputusan bahwa pesta demokrasi nasional tersebut merupakan Pemilu curang, Sehingga dapat diambil langkah-langkah konstitusional. Antara lain Pemilihan suara ulang secara nasional," tukasnya.

Selain dugaan kecurangan, Andrianto juga menyampaikan bahwa persoalan lain dalam Pemilu tersebut banyaknya korban jiwa petugas Pemilu.  "Terlebih begitu banyak korban berjatuhan. Sudah ada 575 nyawa melayang dan 3.000 yang masuk rumah Sakit dalam kondisi kritis." katanya.

Sebelumnya, dugaan kecurangan Pemilu juga sudah disampaikan ke Bawaslu. Tidak hanya kecurangan di lapangan, tapi juga dalam penghitungan suara (Situng).

"Nah harapan kami pada hari ini ada tiga tuntutan, yang pertama, Bawaslu menyatakan bahwa di pemilu 2019 telah terjadi kecurangan. Yang kedua, Bawaslu dan DKPP harus memecat komisioner dan anggota KPU di seluruth Indonesia, baik pusat maupun daerah-daerah, yang ketiga Bawaslu harus mempelopori penyelidikan (melalui) Tim Pencari Fakta atas meninggalnya para korban jiwa ini." Terang dia.

"Itulah tiga poin yang pada hari ini kita tuntut ke Bawaslu dan DKPP," Tandas Andrianto,

Penulis: Atta Ahyar
Editor: Redaksi

Baca Juga