Menyorot Banjir Kota Medan

Anggota DPRD Medan Sesalkan Kanal Senilai Rp240 M Tidak Berfungsi

Medan, Akuratnews.com - Dalam beberapa hari ini hujan dengan intensitas sedang turun membasahi kota Medan. Dibeberapa titik baik dipusat kota maupun dipinggiran terjadi genangan air yang mengganggu aktifitas warga.

Seperti diketahui Kota Medan memiliki Kanal yang dibangun di kawasan Titi Kuning Gedung Johor dengan nilai Rp 240 miliar untuk mengantisipasi banjir, namun ternyata kanal tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Meski memilki kanal yang seharusnya mampu mengendalikan banjir ternyata hingga saat ini belum mampu mengatasi luapan air akibat hujan deras yang menggenangi kota Medan. Genangan tak hanya terjadi di kawasan pinggiran, namun juga di jalan-jalan protokol.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Drs H Hendra DS menyesalkan tidak berfungsinya kanal yang dibangun pada 2008 lalu untuk mengatasi banjir di kota Medan.

"Sangat disayangkan, kanal yang dibangun dengan dana ratusan miliar, malah jadi proyek sia-sia. Padahal dibangun untuk mencegah banjir di Kota Medan. Tapi ternyata, air tergenang tidak mengalir di kanal. Kita jadi tak mengerti, bagaimana studi banding mereka dulunya" ungkap Hendra DS kepada Akuratnews.com di Medan, Senin (27/5/2019)

Proyek kanal yang dibangun Pemko Medan dikawasan Gedung Johor merupakan proyek skala besar yang dananya berasal dari pinjaman Japan Bank for International Corporation (JBIC) senilai Rp 240 miliar.

Namun pembangunan kanal berbiaya besar tersebut ternyata setiap turun hujan dengan intensitas tinggi, Kota Medan tetap saja mengalami banjir akibat meluapnya beberapa aliran sungai yang melintasi kota Medan yakni sungai Deli maupun sungai Babura. Selain itu pendangkalan dan penyumbatan saluran drainase dibeberapa kawasan akibat tumpukan sampah maupun material lainnya menjadi penyebab terjadinya banjir.

Hendra DS politisi Hanura ini sangat mengapresiasi langkah Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam andilnya mengatasi banjir di kota Medan dengan mengerahkan tim untuk pengorekan sungai-sungai.

" Kita apresiasi Pak Edy yang turut memberi perhatian atas banjir di Kota Medan. Ini semua menjadi tanggungjawab kita bersama. Intinya, banjir di Medan ini sudah penyakit kronis yang sulit disembuhkan. Banyak hal yang harus dilakukan, pengobatannya tidak bisa tahap
bertahap tapi harus dilakukan menyeluruh,'' ujar Hendra.

Hendra menambahkan, tidak bisa drainase itu hanya dikorek saja. Harus dicari permasalahannya, kemana pembuangannya. Seperti banjir yang terjadi akibat guyuran hujan deras di Jalan Pelajar Ujung dan Jalan Anugerah Mataram, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, beberapa waktu lalu. Belasan kenderaan bermotor mogok, lantaran air di parit besar meluap dan ketinggiannya mencapai satu meter lebih. Begitu juga dikawasan lainnya.

"Untuk di kawasan Denai itu, pembuangannya kan ke Sungai Amplas. Tapi Sungai Amplas mungkin sudah tak mampu menampung air, sehingga meluap. Berarti sungai Amplas itu harus direklamasi, harus diperdalam lagi agar mampu menampung pembuangan air,''ujarnya.

Hendra juga menyebutkan, persoalan banjir juga disebabkan prilaku masyarakat yang suka buang sampah sembarangan. Bahkan sampah dibuang ke saluran drainase sehingga tumpat. Termasuk sungai juga dijadikan tempat pembuangan segala jenis sampah.

Prilaku masyarakat, sebut Hendra juga harus dirubah. Jangan sembarangan buang sampah. Pemerintah harus menegakkan perda sampah yang tidak berjalan. Artinya pemerintah kota harus konsisten menjalankan perda, karena perda sudah disahkan, jangan cuma jadi hiasan belaka.

"Kalau perda itu berjalan, saya pikir bisa mengurangi 70 persen masyarakat yang membuang sampah sembrangan. Sebab di perda kan sudah ada sanksi hukuman penjara bagi yang sembarangan membuang sampah,''katanya

Dalam kesempatan ini Hendra berharap dan meminta Pemko Medan untuk segera bertindak menangani persoalan banjir sehingga tidak berlarut larut dari waktu ke waktu. Apalagi pembangunan kanal berbiaya milyaran tersebut dapat berfungsi dalam mengatasi banjir di kota Medan.

"Pihak Pemko Medan harus segera mencari solusi agar kanal tersebut berfungsi sesuai perencanaan awal pembangunannya. Ini semua demi kebaikan masyarakat dan Pemerintah kota Medan" tandas Hendra.

Baca Juga