Aparat Desa di Sinjai Ikuti Program Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Drs. Akbar Mukmin, M.Si (tengah) membuka sosialisasi program dan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan Sinjai, Sulawesi Selatan. /Ashari/AKURATNEWS.

AKURATNEWS - BPJS Ketenagakerjaan kerjasama Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mengadakan sosialisasi program dan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Wisma Hawai Sinjai, Sulawesi Selatan, Rabu (7/7/2021).

Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan yang ditujukan kepada aparat desa se-Kabupaten Sinjai ini, dibuka langsung Sekretaris Daerah Sinjai, Akbar Mukmin.

"Kegiatan sosialisasi ini sangat penting bagi tenaga kerja, terutama bagi perangkat desa yang wajib mendapat perlindungan dalam bekerja, sebab resiko-resiko dalam bekerja bisa saja terjadi, baik musibah maupun kecelakaan," ungkap Akbar.

Selain memperoleh jaminan perlindungan dari resiko itu, kata Akbar, peserta BPJS Ketenagakerjaan nantinya bisa memperoleh manfaat lainnya, seperti mendapat bantuan subsidi usaha dan sumbangan-sumbangan lainnya.

Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sinjai, Ghasali mengatakan, sosialisasi bertujuan untuk mengedukasi para aparat desa untuk memperoleh perlindungan berupa risiko kecelakaan kerja, kematian, hari tua, dan pensiun.

“Saat ini BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan empat program perlindungan jaminan sosial, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP)”. Jaminan ini diperuntukkan bagi pekerja di perusahaan atau instansi," ungkapnya.

Ghasali mencontohkan bahwa apabila aparat desa mengalami kecelakaan kerja, maka biaya perawatan di rumah sakit sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan tanpa batasan biaya sesuai indikasi medis, termasuk risiko yang dialami dalam perjalanan pergi dan pulang kerja serta jaminan kematian,” jelasnya.

Bila meninggal dunia dan kepesertaannya aktif, kata Ghasali, maka ahli waris akan mendapat santunan kematian dari Jaminan Kematian (JK). Berhenti bekerja, maka bisa mengklaim JHT yang berbentuk tabungan. Sedangkan JP bisa di klaim kalau sudah mencapai usia pensiun.

"Semoga dengan kerjasama dan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan ini, bisa membantu dalam hal memperoleh perlindungan sosial," harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PMD Sinjai, Hj. Andi Hariyani Rasyid menyampaikan apresiasi kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk menjelaskan manfaat dan pemahaman tentang program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada Camat dan seluruh perangkat desa.

"Mudah-mudahan sosialisasi tentang jaminan sosial ketenagakerjaan ini nantinya para peserta juga dapat menyampaikan manfaat dan pemahaman kepada masyarakat dimasing-masing wilayahnya," harapnya.

Pada sosialisasi ini turut dihadiri Sekdis Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Sabir Syur, Camat Pulau IX Baharuddin, dan jajaran Dinas PMD Sinjai.

Penulis: Ashari

Baca Juga