Aplikasi Ini Minimkan Dampak Wabah Virus Corona Bagi Perjalanan Dinas

Jakarta, Akuratnews.com - Penyebaran virus Corona, yang diduga dimulai dari Wuhan, China, sudah merambah, bukan hanya di China, namun juga ke negara-negara Asia lainnya dan sampai ke Australia, Eropa, dan Amerika.

Negara-negara yang sudah mengonfirmasi kasus virus yang menyerang pernapasan ini antara lain Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea, Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Australia, Uni Emirat Arab , Perancis, Finlandia, Jerman, Kanada dan Amerika.

Meluasnya penyebaran virus ini membuat banyak negara berusaha membatasi penyebarannya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika mengeluarkan warning tertinggi level 3 dan menyarankan untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu ke China.

World Health Organization atau WHO mengeluarkan saran untuk bandara/pelabuhan melakukan screening keluar masuk penumpang/wisatawan. Negara seperti Rusia dan Hongkong memperketat perbatasan mereka.

Di Rumania, untuk penumpang penerbangan yang mendarat dari China akan masuk ke jalur khusus yang diperlengkapi dengan kamera pendeteksi panas tubuh untuk mendeteksi kemungkinan penumpang yang sakit.

Singapura melakukan temperature screening untuk semua penumpang masuk ke Singapora di semua checkpoint darat, bandara, maupun pelabuhan laut. Selain itu penyedia layanan transportasi di Hongkong menutup layanan kereta ke mainland China.

Perusahaan-perusahaan layanan penerbangan seperti Cathay Pacific, Air Asia, American
Airlines, Lufthansa, British Airways, melakukan banyak pembatalan atau pergantian
penerbangan ke China.

Bisnis atau korporasi dari industri teknologi seperti Google, Apple, Facebook, maupun keuangan seperti HSBC, Goldman Sachs, dan industri otomotif seperti General Motors, Volkswagen, dan Nissan, membatasi perjalanan bisnis dari/ke China. EasyStack, perusahaan penyedia teknologi awan (private cloud) dengan headquarter di Beijing, harus membatalkan event kick-off pembukaan tahun baru di Nanjing yang mengundang ratusan karyawan, partners, dan klien dari banyak kota di China dan dari luar China.

Sebagai tindakan keselamatan, Huawei menunda HDC.Cloud 2020 developer conference yang seharusnya berlangsung di Shenzen yang terletak 1000 km dari Wuhan pada 11 dan 12 Febuari 2020 mendatang.

Banyak perusahaan global, yang mempunyai kantor di kota-kota di China, dan perusahaan besar China membatasi karyawannya bepergian dan memerintahkan karyawan untuk bekerja dari rumah masing-masing.

Di Indonesia, Garuda Indonesia sudah memberhentikan layanan penerbangan yang beroperasi ke China demi keselamatan penerbangan serta kenyamanan perjalanan udara kepada seluruh penumpang".

Kementrian Luar Negeri sendiri melalui Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah menyarankan
kepada mereka yang ingin atau merencanakankan bepergian untuk meningkatkan kehati-hatian.

“Dengan demikian, kita tidak memberikan semacam travel banned, lebih ke arah travel advisory dan di era sekarang di mana teknologi komunikasi sangat baik tentunya mereka bisa memonitor perkembangan tingkat ancaman untuk berpergian wisata daerah, termasuk ancaman dari segi kesehatan,” ujar Faizasyah.

Business travelers yang bepergian antar negara dikhawatirkan akan dimasukan ke karantina bila ada tanda-tanda penyakit dan ini akan mengganggu perjalanan mereka.

Perjalanan dinas di China maupun antar negara saat ini menjadi tidak nyaman dan menjadi perhatian untuk banyak perusahaan terutama dari bagian HR (human resources) atau personalia untuk menjaga kesehatan para karyawan sebagai hal yang paling utama namun tetap bisa menjalankan tugas dinas atau kebutuhan bisnis yang tidak bisa ditunda atau tetap harus berlangung.

Bagi pelaku bisnis atau karyawan yang akan melakukan perjalanan dinas, hal-hal ini harus diperhatikan:

1. Penumpang yang sudah mempunyai rencana keberangkatan silakan memastikan dengan pihak penerbangan dan hotel mengenai informasi terakhir atau pergantian/penundaan jadwal penerbangan.

2. Gunakan aplikasi Safe Travel yang dikeluarkan oleh Kementrian Luar Negeri (https://safetravel.id/). Aplikasi ini memberikan info sejauh mana rekomendasi bagi mereka yang ingin berpergian untuk meningkatkan kehati-hatian atau bahkan tidak mengunjungi suatu tempat tertentu.

3. Dalam perjalanan dinas hindari persinggungan dengan orang yang sedang sakit, binatang, dan pasar binatang.

4. Mencuci tangan dengan sabun secara bersih (minimal 20 detik) secara berkala.

5. Menggunakan hand sanitizer atau pencuci tangan berbasis alkohol bila mencuci tangan
tidak dapat dilakukan.

6. Hindari memegang mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.

7. Diskusikan rencana perjalanan ke China dengan dokter.

Terkait penyebaran wabah virus Corona ini, bagi pelaku bisnis yang membatalkan atau mengurungkan niatnya untuk perjalanan bisnis, pihak airlines pun sudah memberikan kelonggaran dalam membatalkan/mengganti jadwal tiket.

Banyaknya hotel di China yang tak memiliki keterangan dalam bahasa Inggris pun menjadi sebuah masalah tersendiri. Hal ini penting terutama untuk membantu kenyamanan para peserta saat video conference atau rapat online berlangsung dan memastikan kualitas berlangsungnya meeting online.

Bagi perusahaan yang membatasi karyawan bepergian, namun tetap butuh melakukan tugas
pertemuan bisnis (business meeting) atau training, dapat menggunakan aplikasi berbasis
teknologi untuk berkomunikasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencari solusi rapat online, audio video conference adalah:

1. Smartphone Friendly, mudah digunakan melalui mobile phone ataupun device lainnya.

2. Mudah mengirim undangan meeting atau conference melalui aplikasi WhatsApp atau WeChat bagi peserta di China.

3. Hybrid connection for stable audio quality, bisa memilih koneksi data atau jaringan telepon. Saat kualitas suara terganggu oleh koneksi data di tempat yang jaringan wifi atau 4G kurang baik, tanpa memutuskan dari meeting, peserta rapat merubah dari koneksi data dan digabungkan ke rapat dengan jaringan telpon. Aplikasi akan menelepon ke nomor telepon sang peserta rapat tanpa menggunakan pulsa pribadi.

4. Mempuyai fungsi Video call dan Share screen walau menggunakan handphone.

5. Bila ingin menggabungkan hanya suara saja, aplikasi bisa mencari daftar nomor peserta dari kontak handphone dan menelepon ke semua nomor mobilephone peserta yang diundang secara bersamaan. Saat itu juga aplikasi akan menggabungkan peserta yang sudah tersambung ke dalam ruang conference atau rapat online.

6. Aplikasi Instant Communication. Kapan dibutuhkan bisa digunakan di mana saja
dengan puluhan atau ratusan orang seolah-olah rapat diadakan bersama dengan peserta di mana bertemu dalam kunjungan dinas.

7. Bila kebutuhan kita adalah melakukan meeting dengan pihak di China, aplikasi dapat diunduh dalam bahasa Mandarin namun tetap berbasis di Indonesia untuk menjaminnya kualitas suara. Selain itu pastikan aplikasi dapat memberikan support atau bantuan operator dalam multi-bahasa termasuk dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris bila ada kendala.

Hal ini penting terutama untuk membantu
kenyamanan para peserta saat video conference atau rapat online berlangsung dan memastikan kualitas berlangsungnya meeting online.

Salah satu solusi yang mudah digunakan di Indonesia dan memenuhi semua kriteria di atas adalah Aplikasi G-Net MeetNow (www.g-netmeetnow.id).

Dengan menggunakan solusi aplikasi video audio conference seperti G-Net MeetNow, perjalanan dinas dan business meeting yang terhambat dapat tetap dilakukan secara online atau virtual terutama dengan peserta lainnya yang berada di kota-kota di China yang mobilitasnya dibatasi atau harus bekerja dari rumah.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga