Apresiasi Khusus Layak Disematkan Pada ‘KKN di Desa Penari’

AKURATNEWS - Fakta bahwa film 'KKN di Desa Penari' masih menjadi salah satu film nasional yang diminati penikmat film tanah air belum terbantahkan.

Film ini menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa lantaran tembus di angka tujuh juta penonton sejak tayang pada 30 April 2022.

Sang sutradara, Awi Suryadi mengungkapkan beberapa fakta di balik pembuatan film horor tersebut. Ia juga menjelaskan alasan di balik pembuatan film 'KKN di Desa Penari' dengan dua versi yakni cut dan uncut.

Awi mengaku, awalnya ia merasa ragu lantaran sempat tertunda. Namun, usai booming di pasaran, Awi tak menyangka dan kemudian mengucap syukur atas antusias penonton.

Ia mengakui, ada perbedaan karakter tokoh utama dari thread yang dibuat akun Simpleman. Ia membedakan karakter Bima dan Nur yang berbeda di bagian akhir thread sesungguhnya.

“Dari awal thread Simpleman visualnya sangat detail, gak perlu diubah, kita samaian aja dengan thread. Yang membedakan adalah beberapa karakter. Seperti karakter Bima, kalau di thread dari awal kan dia gak berubah, tergila-gila sama Widya. Beda di film kita bedain karakter Bima kita ubah, akhirnya dia tobat,” ungkap Awi di webinar yang digelar Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) 2022, baru-baru ini.

Tak hanya menjelaskan perbedaan dari beberapa karakter, Awi juga menjelaskan tentang adanya dua versi film 'KKN di Desa Penari' yakni cut dan uncut.

Ia membuat dua versi film tersebut lantaran sebelumnya Awi sempat ingin membuat film yang bisa ditonton sekeluarga. Namun, peraturan berubah dan menetapkan untuk penonton usia 17 tahun ke atas. Hal inilah yang membuat Awi membuat dua versi.

“Saya pernah terlibat dari Danur, awalnya ide saya pengen buat film horor bisa ditonton satu sekeluarga, Danur kan film keluarga yang juga bisa ditonton anak kecil sama keluarganya, belajar dari Danur buat film keluarga, gak taunya dipukul rata 17 ke atas, saya merasa kehilangan penonton, akhirnya saya dan MD pikir untuk buat dua versi yang cut 13 ke-atas dan uncut untuk 17 ke atas,” ucap Awi.

Sedangkan, Ketua Pelaksana FFWI 2022, Wina Armada menyebut, gejala sukses film 'KKN di Desa Penari' memang menarik perhatian untuk didiskusikan.

Wina menganalisa, karakter sosiologis masyarakat Indonesia ada dua; yakni masyarakat agraris yang humoris, dan masyarakat yang gandrung hal mistis. Bukan rahasia, banyak orang berilmu secara akademisi, masih suka mengunjungi kuburan keramat, misalnya.

“Ini menunjukan hubungan pararel pada dua faktor ini. Dan ini pula yang menyebabkan dalam statistik film Indonesia yang meledak, umumnya adalah film komedi dan mistis, belakangan baru drama” kata Wina.

Sedangkan, Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Media dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebagai pendukung utama FFWI 2022, secara khusus memberi selamat kepada sutradara Awi Suryadi atas karyanya di film ‘KKN di Desa Penari’ yang telah ikut mengembalikan keberanian masyarakat menonton di bioskop.

“Ini juga penanda bangkitnya kreativitas dan semangat para sineas di tanah air,” tulis Ahmad Mahendra dalam sambutannya yang dibacakan Edy Suwardi, Koordinator Kelompok Kerja Apresiasi dan Literasi Film pada Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek.

Sementara itu, Wiwit Setya, Ketua Sub Komisi Penyensoran LSF menyebut, film 'KKN di Desa Penari' sudah disensor pada 2020, namun tertahan tayang.

"Bersamaan dengan sensor film itu, sebetulnya ada 16 judul film horor lainnya yang kita sensor. Total film nasional yang kita sensor pada masa itu adalah 68 judul” jelas Wiwit.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djohnny Syaffrudin juga menyambut gembira keberhasilan film ini.

“Saya baru pertama kali lihat wajah Awi, anak muda ini sederhana dan sangat rendah hati. Semoga selalu begitu. Panitia FFWI harus bisa memberikan penghargaan kepada sukses film ini!,” ucap Djohnny.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga