Ardiles Rante, Jefri Menjaga Eksklusifitas Sebuah Karya Fotografi

Jefri Tarigan (batik hijau) bersama kuasa hukum dari LBH Pers saat persidangan kasus penggunaan karya foto tanpa ijin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta. Kamis (5/9). Jefri Tarigan menggugat Tribunnews.com terkait penggunaan karya foto tanpa ijin. foto : Dewi Nurcahyani.

"Yang paling penting adalah copyrights atau hak cipta dan royalti, hak cipta tanpa royalti juga percuma" Ardiles Rante (Photografer)

Jakarta.Akuratnews - Kasus penggunaan karya fotografi tanpa ijin milik pewarta foto paruh waktu (freelance) Jefri Tarigan yang menggugat perusahaan media besar PT Tribun Digital Online atau Tribunnews.com (grup Kompas Gramedia) masih terus bergulir di meja hijau (pengadilan).

Kasus yang akan memasuki sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 17 Oktober 2019 mendatang ini akhirnya menjadi perhatian publik, dan menuai berbagai tanggapan dari Photografer profesional, salah satunya dari pewarta foto senior Ardiles Rante.

Ardiles menilai, tindakan pihak Tribunnews.com yang menggunakan foto Jefri tanpa membayar sepeserpun karena status Jefri hanya pewarta foto paruh waktu (freelance), merupakan sikap yang bukan hanya tidak etis, tetapi juga merugikan Jefri secara material.

"Pekerja paruh waktu seperti Jefri harus mengeluarkan kocek (biaya) sendiri untuk memproduksi karya-karya foto," kata Ardiles dalam sebuah rilis yang diterima Akuratnews. Minggu (13/10).

Dikatakannya, anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan riset materi atau objek yang akan difoto, komunikasi, transportasi dan akomodasi, serta kebutuhan peliputan lainnya.

"Setelah menghasilkan karya foto, pewarta paruh waktu akan mengirimkan foto-foto tersebut ke beberapa kantor berita, yang berujung pada pembuatan kontrak," ujarnya.

Kontrak yang dimaksud antara lain, menjelaskan bahwa pewarta foto tersebut mendapat hak royalti antara
50-70 persen dari harga foto jurnalistik tersebut.

"Royalti akan diterima fotografer dari setiap penjualan yang didistribusikan oleh kantor berita atau agen yang ditunjuk (dalam hal ini Barcroft Media), baik secara eksklusif atau eceran, tergantung kesepakatan awal dengan pihak end user (seperti Daily Mail) dan juga fotografer itu sendiri," imbuh Ardiles.

Ditegaskan Ardiles, yang paling penting adalah copyrights atau hak cipta dan royalti, hak cipta tanpa royalti juga percuma.

"Jefri menjaga eksklusifitas sebuah karya fotografi untuk mendapatkan royalti atas liputan dan karya foto yang dia buat, ada modal liputan yang harus dikeluarkan fotografer sebelum mereka berangkat," ungkap Ardiles

"Sekarang saya tanya Tribunnews, apa modal dia untuk bisa pakai foto itu, mereka hanya ambil," tambahnya.

Ardiles juga mempertanyakan kenapa perusahaan media sebesar Tribunnews tidak mengirimkan wartawannya ke Kerawang untuk melakukan peliputan Arya dan keluarganya, tapi malah menggunakan karya foto orang lain tanpa ijin.

"Tribunews khan lembaga yang punya duit, kenapa enggak kirim orang ke sana? Kenapa by line, mereka by line karya orang lain? seenaknya saja mereka pakai, mereka pikir enggak perlu usaha, enggak ada risiko yang ditanggung fotografer? ini akan menjadi cerita yang tidak baik ke depannya untuk pers Indonesia," imbuh pemilik laman www.ardilesrante.com ini.

Sikap dan tindakan Tribunnews.com menunjukkan bahwa media yang bernaung di bawah kelompok Kompas Gramedia itu tidak menghargai dan menghormati kontrak kerja yang dimiliki antara Jefri dan Kantor Berita Barcroft," pungkasnya.

Ditanggapi dari aspek hukum, kuasa hukum Jefri dari LBH Pers Gading Yonggar Ditya mengatakan, bahwa Tribunnews sebagai media siber seharusnya menghormati karya cipta seseorang.

"Harus ada izin penggunaan dan
disertai kompensasi, seandainya dari pihak tergugat ijin terlebih dahulu, tidak perlu sampai ada pengajuan gugatan ke pengadilan niaga," jelas Gading.

Tindakan yang dilakukan oleh tergugat, diduga melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Pasal 9 ayat 3 yang berbunyi : "Setiap orang yang tanpa izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta dilarang melakukan Penggandaan dan/atau Penggunaan Secara Komersial Ciptaan"

"Selain itu, tergugat (Tribunnews) diduga melanggar Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/III/2012 tentang Pedoman Pemberitaan Media Siber Khususnya pada poin 7 yang menyatakan : Media Siber wajib menghormati hak cipta sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku," papar Gading.

Sebelumnya, pewarta foto paruh waktu (freelance) Jefri Tarigan menggugat Tribunnews.com karena dianggap telah menggunakan sejumlah karya fotonya tanpa ijin, foto-foto yang digunakan di antaranya, Arya Permana anak obesitas, anak tanpa kaki dan tangan, perempuan usia 24 tahun seperti bayi 5 tahun, keluarga yang hidup dengan buaya, dan manusia kayu di Sragen. (dk/akuratnews)

Penulis:

Baca Juga