Area Makam Budha di Taman Pemakaman Umum Menteng Pulo Tak Terawat

Jakarta, Akuratnews.com - Kumuh dan tidak terawat. Begitulah kondisi area makam Budha di Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Kelurahan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Bangunan liar tak berizin berdiri bebas di area seluas 6 hektar. Ironisnya, sudah hampir 10 tahun tanpa ada kejelasan terkait penanganan dan pembenahan, baik dari pemerintah DKI Jakarta dan dinas yang terkait.

Tidak hanya bangunan liar yang membuat komplek pemakaman menjadi kumuh. Tumpukan sampah, limbah botol plastik, dan peternakan semakin memperburuk keadaan TPU Menteng Pulo. Akibatnya membuat warga yang berada di sekitar TPU terganggu.

Bagaimana tidak, sampah yang bertumpuk kerap menghasilkan aroma yang tidak sedap, dan membuat warga sekitar tidak nyaman. Selain itu, asap hasil pembakaran sampah juga sangat mengganggu, dan bisa berdampak terhadap kesehatan.

Keberadaan tumpukan sampah dan limbah botol plastik bukan tanpa alasan. Hal itu disebabkan karena, hampir mayoritas penghuni bangunan liar tersebut berprofesi sebagai pemulung.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan sempat mengeluarkan surat perintah pengosongan, dan juga relokasi bagi penghuninya di TPU tersebut, bahkan ada rencana penggusuran pada 4 April 2016.

Namun sayangnya hal itu hanyalah wacana, bangunan liar yang sudah berdiri dari tahun 1990 tersebut hingga kini masih saja tetap berdiri.

”Sudah disampaikan tetep tidak ada tindak lanjut. Dari pengelolanya juga tidak pernah terlihat dan mengurus, jadi seperti ada pembiaran. Keluhan ga dari kita (warga), tapi juga pemilik makam yang sudah membayar pajak,” kata MH, warga yang sudah tinggal sangat lama di sekitar TPU kepada Wartawan, Senin, (15/07/2019).

Reaksi yang sama juga disampaikan warga lainnya. Menurut RH, sudah hampir 10 tahun lebih tidak ada pembenahan. Dulu tidak kumuh seperti sekarang, sekarang justru semakin berantakan. Bahkan bangunan liarnya semakin melebar diluar batas area TPU. selain itu masalah listrik illegal, banyaknya kabel-kabel juga berisiko terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Ya mau kita (warga) itu yang penting ada kejelasan terkait fungsinya. Kalau masih diperuntukan untuk pemakaman, ya dibenahi dan dibersihkan lagi seperti dulu. Kalau pun sudah tidak, ya ditindak lanjuti peruntukannya agar tidak mengganggu,” tegasnya.

Permasalah terkait bangunan liar di TPU juga semakin kompleks, yang ternyata juga dimanfaatkan oleh oknum LSM serta di duga ada preman yang memback up wilayah tersebut sehingga masyarakat setempat enggan berkomentar. Bahkan warga juga menyayangkan jika penghuni bangunan liar justru dipermudah dengan kepemilikan KTP.

Penulis: Atta
Editor: Alamsyah

Baca Juga