ARJ Indonesia: Menteri yang Jadi Beban Jokowi Jangan Masuk Kabinet

Kordinator Aliansi Relawan Jokowi Indonesia (ARJ Indonesia) Budi Mulyawan SH. (Foto Dok. Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Aliansi Relawan Jokowi Indonesia (ARJ Indonesia) akan mengusulkan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin untuk tidak lagi memasukan nama menteri yang dianggap menjadi beban politik Jokowi dalam Kabinet Periode dua mendatang.

Usulan itu akan dimunculkan dalam Konvensi Visi Indonesia Kandidat Menteri 2019-2024 yang akan digelar ARJ Indonesia bulan ini, yakni pada tanggal 27, 28, 29 September 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Alasannya, dalam periode dua ini, adalah periode yang krusial bagi pemerintahan Jokowi sehingga Jokowi membutuhkan Menteri-menteri yang mumpuni untuk menjalankan janji-janji dan Program-program selama Kampanye pada Pemilu 2019 kemarin untuk diwujudkan dalam pemerintahan lima tahun ke depan.

Demikian disampaikan oleh Kordinator ARJ Indonesia, Budi Mulyawan SH di Kantor DPP Komunitas Banteng Asli Nusantara (DPP Kombatan) layur, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (9/9/2019).

Menurut Budi, ARJ Indonesia rencana menggelar Konvensi Visi Indonesia, Konvensi Kandidat Menteri 2019-2014 semata mata bermaksud hanya untuk memberi masukan, atau solusi alternatif dan turut meringankan Jokowi dalam menentukan atau memilih pembantunya.

"Dalam konvensi itu, rencananya, pada hari pertama nanti, akan dibuka dengan sarasehan. Dari sarasehan itulah nanti ada keputusan dari para relawan untuk mengadakan konferensi. Di dalam sarasehan itu nanti ditutup atau diawali dengan pandangan pandangan umum dari kawan-kawan ketua umum relawan yang nanti hadir dan tergabung sebagai peserta konvensi." terang Budi.

Nantinya, dalam pandangan umum, bukan hanya sekedar mengusulkan kandidat-kandidat menteri yang menurut ARJ Indonesia layak duduk dalam kabinet, tapi ARJ Indonesia juga ikut mengkritisi menteri-menteri yang gagal yang tidak perlu dan tidak boleh lagi di masukkan dalam kabinet periode yang akan datang.

Menurut dia , Periode ini merupakan periode yang sangat krusial buat Jokowi. Oleh karena itulah, ARJ Indonesia nantinya akan mengusulkan agar menteri-menteri yang jadi beban politik Jokowi itu akan diminta supaya tidak disertakan lagi dalam kabinet.

"Usulan juga mencakup bagi kandidat-kandidat yang dianggap pantas dan layak masuk kabinet. Setelah itu, barulah nanti ada pembacaan visi misi para Kandidat-kandidat." tandasnya.

Sayangnya Kordinator ARJ Indonesia ini belum mau mengungkap siapa Menteri-menteri yang dianggap tak pantas dan tak layak lagi duduk dalam Kabinet Jokowi Periode dua ini. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga