Arzety Bilbina Sebut Ini Usai RSCM Kebanjiran

Jakarta, Akuratnews.com - Minggu (23/2) lalu, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ikut dilanda banjir.

Banjir ini merupakan banjir pertama dalam sejarah berdirinya rumah sakit rujukan nasional ini. Akibatnya, banyak peralatan kesehatan mulai dari CT Scan hingga Xray di RSCM ikut terendam.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi IX DPR RI, Arzety Bilbina meminta pemerintah segera membuat konsep mitigasi bencana, terutama bagi rumah sakit.

Ia menegaskan, pentingnya RS dan pengelolanya mengerahkan daya dan upaya sebagai cara meminimalisir dampak negatif banjir bagi pasien maupun alat-alat kesehatan.

"Pihak RSCM perlu mengambil pelajaran penting dari bencana ini. Ke depannya perlu ada perbaikan agar hal serupa tidak terjadi. Supaya bisa meminimalisir dampak negatif bencana bagi pasien. Perlu dibuat skema sistematis untuk meminimalisir hal serupa tidak terulang," tegas Arzety saat berkunjung ke RSCM Jakarta bersama anggota Komisi IX DPR, Selasa (25/2).

Usai mengetahui kondisi dan situasi RSCM pasca terkena banjir, mantan model ini mengingatkan pemerintah tentang pentingnya mitigasi bencana. Hal ini dikatakannya lantaran banyaknya potensi bencana di Indonesia yang butuh penanggulangan dan perlu segera dilakukan, termasuk oleh pengelola fasilitas kesehatan.

"Yang terjadi di RSCM kemarin itu semacam alarm. Beberapa alat kesehatan seperti alat untuk MRI perlu perawatan khusus karena tergenang air. Hingga sekarang masih diperbaiki. Meski sudah dialihkan pelayanan kesehatan ke faskes lain, tetapi tetap saja hal ini mengganggu, apalagi RSCM merupakan RS rujukan utama," terang anggota DPR dari dapil Surabaya-Sidoarjo ini.

Ia kembali menegaskan jika sudah saatnya semua pengelola RS dan faskes memiliki sistem mitigasi bencana, sehingga saat bencana terjadi semua pengelola langsung tahu apa yang harus dilakukan.

"Mitigasi bencana sangat mendesak. Kita harus segera membuat dan melaksanakan konsep tersebut agar bisa meminimalisir dampak buruk bencana," pungkasnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga