Asa Afra dan Petrus Untuk TSE di Tanah Boven Digoel

Karyawan PTTunas Sawa Erma di Boven Digoel, Papua (Foto: Ist)

Boven Digoel, Akuratnews.com - Keberhasilan PT. Tunas Sawa Erma (TSE) mengembangkan perkebunan kepala sawit di Kabupaten Boven Digoel, Papua, manfaatnya turut dirasakan pula oleh warga Gentiri.

Adalah Afra Yame (26 tahun), yang sebelumnya hampir setiap hari harus menghabiskan waktu berjam-jam dengan tenaga yang tidak sedikit pergi ke hutan untuk mendapatkan bahan makanan. Namun kini, beban Afra sudah lebih ringan sejak bekerja di PT. Tunas Sawa Erma (TSE). Dirinya sudah mampu membeli bahan makanan yang dibutuhkannya.

“Sebelumnya harus kerja setengah mati untuk bisa makan, sekarang sudah merasa enak, bisa beli apa yang kita mau” tutur warga asli Gentiri itu.

Dengan pemasukan rutin yang didapatkan dari TSE Group, Afra tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu di hutan, berburu hewan maupun mencari sayuran untuk kebutuhan hidupnya..

Sejak berdiri tahun 1995, PT Tunas Sawa Erma memulai bisnis kelapa sawit di Papua atas permintaan Pemerintah Daerah. Kondisi infrastruktur saat itu masih minim namun perusahaan bagian dari TSE Group ini, dapat berkembang baik dan juga menjadi pihak pertama yang berkontribusi dalam pembangunan jalan Trans-Papua.

Diceritakan Afra, kalau dirinya tidak hanya mendapatkan upah dari hasil kerjanya namun keberadaan TSE Group juga memberikan banyak manfaat pada kehidupannya. Berbagai bantuan yang diserahkan perusahaan telah memudahkannya untuk menjalankan keseharian, mulai dari transportasi, beasiswa hingga menyediakan bahan makanan.

Dari berbagai bantuan itu, Afra merasa paling terbantu dengan kehadiran kendaraan, dimana sebelumnya, ia masih harus berjalan untuk menuju suatu lokasi mengingat kala itu belum tersedianya transportasi umum. Kondisi medan yang masih didominasi tanah menjadi tantangan besar baginya.

Dengan bantuan kendaraan yang disediakan TSE Group, Afra tidak perlu lagi bekerja keras untuk mobilisasi, perjalanan yang jauh kini sudah terasa lebih dekat. Banyaknya manfaat yang diberikan TSE Group menimbulkan harapan baru bagi dirinya.

“Harapan saya, TSE harus bertahan lama karena kami sangat terbantu dengan keberadaannya disini,” pintanya.

Harapan itu bukan milik Afra seorang, ada juga Petrus Boryemu (51 tahun)  memiliki asa serupa. Laki-laki yang sudah bekerja selama 22 tahun di TSE Group ini berharap agar perusahaan dapat terus menjalankan aktivitas perekonomian di Papua, sehingga kegiatan pemberdayaan masyarakat bisa rutin dilaksanakan.

Warga Asiki, Boven Digoel itu,  kini menjabat sebagai kepala seksi di bagian humas PT. Berkat Cipta Abadi (BCA) yang juga masih menjadi bagian dari TSE Group. Sebelum berkarir disini, dirinya tidak jauh seperti apa yang dikisahkan Afra, bahkan, ia harus berburu dulu untuk memenuhi kebutuhannya di hari itu.

Sejak kerja di TSE, perekonomian Petrus perlahan membaik dan serba berkecukupan.

“Hidup keluarga saya bisa tercukupi dan tidak seperti dulu lagi,” katanya.

Petrus berharap, TSE Group dapat semakin aktif melakukan pemberdayaan masyarakat. Khususnya kepada anak-anak asli Papua melalui program pelatihan yang mampu meningkatkan kualitas mereka, sehingga mampu bersaing di pasar kerja.

Penulis: Ahmad Ahyar

Baca Juga