ASITA Berharap AJTM Jadi Hajatan Pemprov DKI di 2020

Vice Chairman Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) Jakarta Chapter, Jongki Adiyasa. (Foto Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com – Maraknya perhelatan promosi pariwisata yang dilakukan oleh berbagai daerah, menjadi gambaran bagaimana pariwisata tanah air begitu hebatnya perlu dipromosikan secara masif dan aktif. Namun, di tengah gencarnya promosi pariwisata dinilai perhelatan promosi kurang mengena melihat event yang digelar dalam hal ini gelaran Travel Mart masih bertaraf kecil, yang akhirnya berimbas kepada nilai penyampaian yang tidak mencapai target secara luas.

Vice Chairman Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) Jakarta Chapter, Jongki Adiyasa mengatakan, ASITA menilai dalam mempromosikan pariwisata di tanah air, travel mart menjadi hal yang penting dilakukan. Untuk itu gelaran tersebut perlu dikelola secara baik dan benar.

“Jangan sampai semua daerah membuat travel mart yang kecil-kecil.  Kita dari ASITA mendorong pemerintah kalau yang berdekatan itu misalkan Banten, Jawa Barat baiknya gelaran menjadi satu. Jawa Tengah dan Jogja bisa dijadikan satu. Jawa Timur boleh sendiri karena memang cakupan wilayahnya yang luas. Karen sekarang kita lihat ada Borobudur travel mart, Bengawan Solo Travel Mart, Jogja Travel Mart. Kalau dijadikan satu tentu perhelatannya akan menjadi lebih waahh,” ujarnya saat wawancara dengan redaksi akuratnews.com di Kantornya di bilangan Jakarta Pusat.

Mereview kegiatan ASITA Jakarta Travel Mart (AJTM), Jongki menjelaskan, AJTM murni adalah hasil dari pemikiran para pelaku pariwisata khususnya yang tergabung dalam ASITA. Di mana, empat tahun lalu pihaknya melihat Jakarta sebagai ibukota Negara tidak memiliki Travel Mart untuk bisnis yang mumpuni.

“Sayangnya pemerintah daerah tidak ada anggaran untuk kegiatan tersebut bahkan hingga saat ini. Jadi terpaksa kita mandiri, swadaya untuk acara AJTM yang kita mulai sejak empat tahun lalu dan memang terjadi pasang surut pada gelaran AJTM,” katanya.

Lebih jauh, dia mengungkapkan bagaimana kegiatan AJTM menjadi milik Pemerintah DKI Jakarta. Dalam arti, ini akan menjadi perhelatan yang masuk dalam kegiatan wajib tahunan yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI.

“Kami berharap tahun depan 2020 kegiatan ini menjadi kegiatan Negara dalam hal ini provinsi DKI, karena DKI belum memiliki travel mart. Mudah-mudahan ada Jakarta Travel Mart yang bergabung secara rutin dengan kegiatan oleh Pemda DKI,” harapnya.

Target Datangkan 300 Buyer

Dalam gelaran AJTM 2019, Jonin menargetkan akan mendatangkan 300 buyer. Selama tiga tahun ke belakang AJTM khusus bermain di bidang domestic saja, namun seiring dengan perkembangan pariwisata akan membuka peluang kepada siapapun untuk ikut andil dalam perhelatan ini.

“Domestik oke, inbound oke. Orang luar negeri yang mau datang ke Indonesia oke. Karena yang kita harapkan terjadi transaksi bisnis pariwisata di Jakarta. Para pelaku yang kami maksudnya boleh bermain di sini adalah mereka para tour operator, karena daya beli tour operator di Jakarta cukup besar maka tour operator di Jakarta cukup besar,” ujarnya.

Jonin, menambahkan para pelaku tour operator dari Papua, NTT itu bisa datang ke Jakarta untuk menjalin hubungan setidaknya mempererat hubungan dengan Tour Operator yang ada di Jakarta. Untuk tour operator di Jakarta yang tercatat saat ini sekitar 800 operator yang aktif dan benar kegiatannya terjadi.

“Nah untuk target AJTM kita bisa mendatangkan 200 tour operator sebagi buyer dan system kita benar-benar deal bisnis. Dimana kita siapkan sampai 10 menit, bagi seorang tour operator akan duduk dan berpindah dari satu meja ke meja yang lain, dengan busines maching. Artinya, setiap seller bertemu langsung dengan buyer sekurang-kurangnya satu hari misal kita siapkan 7-10 menit, paling tidak mereka akan bisa bertemu sekitar 60-70 tour operator. Jadi karena daya tariknya besar maka bukan hanya tour operator saja yang akan jualan tetapi pihak hotel pun bisa jualan, Pemda dan sebagainya,” papar Jonin.

Terkait dengan Pemda, Jonin menjelaskan, pihaknya mempersiapkan pemda untuk memperkenalkan pariwisatanya. Pada tahun pertama AJTM digelar di Sumatera Barat, pemerintahnya memboyong beberapa yang akan terus diusakan ikut ajang.

“Memang kita dalam ajang ini tidak langsung bicara pada transaksi bisnis tetapi berbicara tetapi mengajak terjadi kontrak bisnis. Pada tahun ini yang kita harapkan adalah sekitar 100 seller di Indonesia kemudian buyernya bisa mencapai 300. Dengan pembagian 200 dari Jakarta yang 100 nya dari luar Jakarta dan luar negeri,” pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga