Atasi Dampak Pandemi Covid-19, Warga Depok Buat Lumbung Beras

Ketua RT 08/04 Pondok Jaya Cipayung, Depok Hary Pujianto saat berikan bantuan kepada warga positif Covid-19.

Depok, Akuratnews.com- Lumbung beras yang dihasilkan dari warga untuk warga mulai dilakukan warga wilayah RT 08 RW 04 Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung Kota Depok, Jawa Barat sejak 2020 lalu.

Terwujudnya lumbung beras lantaran adanya kepedulian pada sesama di tengah pandemi yang tak kunjung berakhir serta bertujuan memupuk kebersamaan antar warga.

"Lumbung beras ini ada karena tumbuhnya kepedulian antar warga lingkungan dan sudah kami terapkan sejak sekitar akhir tahun 2020 lalu. Prinsipnya dari warga untuk warga", ucap Ketua RT 08 Hary Pujianto, Jumat 2 April 2021.

Dikatakan Hary, upaya itu merupakan salah satu cara atasi dampak pandemi Covid-19 dari bentuk kepedulian sesama warga di lingkungan RT 08 yang terdampak pandemi Covid-19 dan warga positif Covid-19.

Lumbung beras dihasilkan dari kumpulan bumbung beras prelek dari tiap satu kepala keluarga di lingkungan RT 08. Nantinya diperuntukan bagi warga terdampak pandemi, penderita positif Covid-19 serta warga sekitar yang tak mampu di tengah pandemi yang belum usai.

"Jadi berasnya hasil sumbangan yang kami kumpulkan satu minggu sekali diawal bulan dari tiap rumah warga dan kami salurkan kembali kepada warga yang terkategori membutuhkan", ujar Hary.

Dia menuturkan, dari hasil kesepakatan rapat, kami tetapkan empat kreteria warga sebagai penerima bantuan antara lain, kepala keluarga yang telah tak miliki penghasilan tetap dan tak ada yang menanggung kebutuhan hidupnya.

Berikutnya, janda yang masih sekolahkan anak, yatim piatu dan keluarga yang sedang berduka cita. "Kami salurkan sebanyak 20 liter beras kepada pihak keluarga yang tengak berduka cita. Selebihnya, kami salurkan sebanyak lima liter beras", jelas Hary.

Hasil dari lumbung beras serta keuangan spontan RT 08 juga disalurkan bagi warga yang tengah lakukan isolasi mandiri lantaran positif Covid-19.

"Jadi kebetulan ada satu keluarga terdiri dari empat orang yang kini sedang isolasi mandiri di rumah dan kami telah berikan bantuan paket sembako", katanya.

Sistim penyaluran sembako sebagai langkah atasi dampak pandemi Covid-19 dilakukan dan diatur oleh tim Satgas Covid-19 yang terbentuk di RT 08 termasuk menyiapkan kebutuhan sehari-hari bagi penderita positif Covid-19.

"Jadi kami miliki Satgas Covid-19 yang tugasnya wajib lakukan pemantauan, mencegahan dan membantu warga yang positif Covid-19", papar Hary.

Untuk jenis bantuan yang tersalurkan melalui tim Satgas Covid-19 bentukan RT setempat itu berupa beras, minyak goreng dan telur untuk satu minggu.

"Kebutuhan tiap harinya kami kirim bahan mentah sayuran dan lauk pauk serta vitamin yang dapat membantu proses pemulihan, hingga tanggal 12 april sesuai jadwal swab ke tiga dari rumah sakit." Jelasnya.

Seorang warga di RT 08 yang positif Covid-19 mengucap syukur dan terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari warga setempat.

"Kami se-keluarga sangat terbantu sekali dengan adanya bantuan saat proses isolasi mandiri. Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya", singkat warga positif Covid-19 itu.

Penulis: Dimas Anggoro
Editor: Redaksi

Baca Juga