oleh

Awal Januari, Tim Perdagangan AS Akan Kunjungi China

Jakarta, Akuratnews.com – Delegasi pemerintah Amerika Serikat akan melakukan perjalanan ke Beijing pada Minggu (7/1/2019) untuk mengadakan pembicaraan perdagangan dengan para pejabat China.

DIlansir Bloomberg dari dua orang sumber, Wakil Perwakilan Perdagangan AS Jeffrey Gerrish akan memimpin tim pemerintahan Trump, yang juga termasuk Wakil Menteri Keuangan Urusan Internasional David Malpass.

Baik USTR maupun Departemen Keuangan belum memberikan komentar mengenai rencana ini.

Pertemuan awal tahun tersebut akan menjadi diskusi tatap muka pertama yang telah dilakukan kedua belah pihak sejak Presiden Donald Trump dan Xi Jinping dari China menyepakati gencatan senjata 90 hari di Argentina bulan ini.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan pekan lalu tim di AS dan Menteri Keuangan China telah mengadakan diskusi melalui telepon.

Pertemuan tersebut menambah tanda-tanda bahwa dua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu membuat kemajuan dalam mendinginkan ketegangan perdagangan.

China pekan ini mengumumkan pemotongan tarif putaran ketiga dengan menurunkan pajak impor atas lebih dari 700 barang mulai 1 Januari sebagai bagian dari upayanya untuk membuka ekonomi dan menurunkan biaya bagi konsumen domestik.

Sebelumnya, Trump telah sepakat untuk menunda kenaikan tarif impor tahunan sekitar US$200 miliar dari China sementara negosiasi berlangsung. Dia mendorong China untuk mengurangi hambatan perdagangan dan menghentikan dugaan pencurian kekayaan intelektual.

China sejauh ini telah berjanji untuk melanjutkan pembelian kedelai asal AS dan setidaknya menurunkan tarif pada mobil AS.

Derek Scissors, seorang pakar negara China di American Enterprise Institute mengatakan sementara berita perwakilan perdagangan memimpin delegasi bulan depan disambut positif, kedua belah pihak belum berencana untuk membuat jenis terobosan skala besar yang diinginkan Trump,

“Kegagalan pejabat tingkat kabinet untuk bertemu pada paruh pertama periode 90 hari membuatnya tidak mungkin untuk mengantisipasi perubahan mendasar di pihak China,” katanya. (Red)

Loading...

Komentar

News Feed