Awas! Halangi Kerja Jurnalistik Dapat Dipidana

Jakarta, Akuratnews.com - Dalam kaitannya menjaga keselamatan bayi, balita dan janin dari paparan Bisphenol A (BPA), Ketua Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL), Roso Daras mengirim rilis ke beberapa media online.

Namun, upaya memberi peringatan kepada masyarakat dengan cara mengirim rilis tersebut diduga dihalangi pihak tertentu.

Terkait hal ini, Kesit Budi Handoyo, Sekretaris Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jaya mengatakan, menghalangi kerja jurnalistik sangat bisa dipidanakan. Karena hal itu masuk area mengintervensi, mengancam bahkan menghalangi kerja jurnalistik yang secara hukum dilindungi UU Pers No 40/1999.

Pendapat Kesit ini berkenaan dengan adanya pihak yang menghalang-halangi kerja jurnalistik menyangkut berita bahaya BPA di dalam galon bagi bayi, balita dan janin pada ibu hamil.

Kesit menambahkan, tidak boleh pihak manapun menghalangi kerja jurnalistik, tanpa terkecuali. Termasuk meminta untuk tidak menyebarkan rilis dari pihak yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Harusnya kalau ada rilis, tinggal jurnalisnya meminta tanggapan dari pihak yang berlawanan, sehingga ada counter. Tidak dengan menghalangi atau melarang menaikkan rilis atau berita," ujar Kesit di Jakarta, Senin (22/2) lalu.

Dengan demikian, imbuh Kesit, komplain atau keberatan dari para pihak mendapatkan tempat dalam berita secara adil.

"Selama rilis dari pihak yang bisa dipertanggungjawabkan, tidak bisa dipersoalkan. Tinggal berbalas pantun saja. Atau bikin rilis balik," pungkasnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga