Bagaimana Radikalisme dan Terorisme Lahir?

Barisan Aparat Kepolisian dengan atribut lengkap, menjaga aksi demonstrasi demi mencegah aksi anarkisme yang dapat menimbulkan aksi radikalisme dan terorisme.

Jakarta, Akuratnews.com - Membedakan kata radikal dan terorisme, di mana terorisme sesungguhnya berawal dari sikap-sikap radikalisme dari orang per orang yang mungkin saja karena dipengaruhi atau karena pemahaman sendiri yang salah. Tetapi, bagaimana mengungkap gerakan-gerakan ini ?

Mungkin masih terpatri dalam ingatan bagaimana kasus bom Bali terjadi. Bom Bali yang terjadi di tahun 2002 adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan.

Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005. Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut. Akibat kejadian tersebut, pandangan dunia internasional akan kemanan di tanah air jatuh. Bahkan, peristiwa tersebut dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.

Butuh Penindakan Nyata

Di tahun 2020 ini, pada bulan Agustus lalu, Mabes Polri merilis detail penangkapan 72 terduga teroris yang telah ditangkap selama periode 1 Juni hingga 12 Agustus 2020 di wilayah Indonesia termasuk Poso. Penangkapan dilakukan di 13 wilayah Indonesia, seperti Sumatera Barat, Bali, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Maluku, dan Gorontalo.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga