Bagikan Unclaimed Royalty, LMK PELARI Jadi Yang Tercepat

AKURATNEWS - Hingga saat ini, masih banyak musisi yang belum menikmati hasil jerih payah karyanya dengan sempurna. Bahkan ada yang belum mengetahui kemana mereka mengurus royalti karya musiknya.

Hal inilah yang juga menjadi konsern Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Pencipta Lagu Rekaman Indonesia Nusantara (PELARI Nusantara). Usai menngantongi izin operasional dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada Desember 2021 lalu, LMK ini melakukan gebrakan dengan mendistribusikan Royalty Unclaimed kepada para anggotanya yang selama ini belum pernah mendapatkan royalti dari LMK manapun.

"Kerja keras pengurus bersinergi dengan LMKN dan LMK yang ada, berbuah manis dengan mampu mendistribusikan Unclaimed Royalty kepada anggota kami yang sebelumnya belum pernah mendapatkan royalti dari LMK manapun. Jadi boleh dibilang, kita pecah telor,” jelas Ketua LMK PELARI, Sandec Sahetapy di Jakarta, Senin (28/3).

Sandec menambahkan, untuk pendistribusian royalti kali ini, penyanyi Fariz RM mendapatkan royalti dengan jumlah terbanyak. Sedangkan total royalti untuk dibagikan kepada anggota yang belum pernah mendapatkan royalti dari LMK manapun yang diterima dari LMKN ke LMK PELARI sendiri sebesar Rp127 juta.

“Meski kita belum bisa berbuat maksimal, namun setidaknya kita sudah bisa membantu teman-teman pencipta lagu mendapatkan haknya. Untuk pembagian perdana ini, Fariz RM mendapat royalti terbanya sebesar Rp12,5 juta. Disusul Keenan Nasution yang mendapatkan Rp10 juta," beber Sandec.

Soal mengapa pencipta lagu 'Sakura' dan Barcelona' ini mendapat royalti terbanyak, Sandec menjelaskan, tak bisa dipungkiri banyak karya Fariz RM terbukti nyata menghiasi blantika musik Indonesia selama 40 tahun lebih.

"Total sekitar 1.700-an karya dan masih diperdengarkan serta dipakai generasi muda sampai detik ini,” jelas Sandec.

Fariz sendiri mengaku jika baru pertama kali ini dirinya mendapatkan royalti dari LMK.

“Bagi saya bukan masalah jumlahnya, yang penting adalah pencapaiannya yang bisa menjadi bukti serta transparansi dari pengurus LMK PELARI memberikan haknya kepada pencipta lagu. Saat inilah hasil nyata dari perjuangan teman-tenan semua hingga akhirnya bisa terdistribusikan royalti ini kepada anggota LMK PELARI,” ujar Fariz.

Sementara itu, pencipta lagu, Tito Soemarsono yang juga sudah bergabung di LMK PELARI Nusantara berharap LMK PELARI akan menjadi amunisi baru dalam memperjuangkan hak-hak para pencipta lagu.

Satu komisioner dari Lembaga Kolektif Nasional (LMKN), Yessy Kurniawan pun memberi apresiasi tinggi kepada kinerja LMK PELARI Nusantara ini.

“Luar biasa sekali, baru Sabtu kemarin terima uang dari LMKN, hari ini langsung didistribusikan. Ini merupakan rekor tercepat dalam sejarah pembagian royalti oleh LMK,” kata Yessy.

Di penghujung acara, Sandec meminta pencipta lagu dan pemusik Indonesia untuk turut berjuang bersama dirinya melawan siapapun yang menghalangi hak-hak ekonomi pencipta lagu dan pemusik Indonesia.

“Kepada para pencipta lagu dan pemusik emusik Indonesia untuk turut berjuang bersama dirinya melawan siapapun yang menghalangi hak-hak ekonomi para pencipta lagu dan pemusik di Indonesia. Baik itu pemilik modal, perselingkuhan dan keserakahan pengusaha hitam serta aparat korup yang selama ini menghisap darah atas royalti milik pencipta lagu, penyanyi dan musisi Indonesia. Bersama kita bisa membasmi itu semua,” tutup Sandec.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga