Bahaya Memberikan Foto Copy Sertifikat Tanah, PPAJB dan Dokumen Berharga Lainnya

Jakarta, Akuratnews.com - Maraknya penyalahgunaan data dengan modus pencurian data pribadi baik berupa copy surat berharga ataupun data diri harus menjadi catatan tersendiri untuk masyarakat Indonesia.

Berdasarkan riset Global Economic Forum tahun 2018, sekitar 3 juta kasus penyalahgunaan data pribadi di Indonesia baik itu berupa dokumen kependudukan termasuk surat-surat berharga lainnya.

Kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerhati kebijakan M Sofyan SH menurutnya, masyarakat jangan gampang memberikan copy apalagi asli surat atau dokumen berharga kepada siapapun.

"Kita kadang asal aja memberikan copy dokumen pribadi, apalagi ke RT dan RW yang standarnya hanya mengurusi urusan kependudukan bukan soal ranah private atau perdata," ujar Sofyan di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Sofyan mengatakan selama ini belum ada dasar hukum seorang RT atapun RW itu wajib atau dibolehkan meminta copy surat berhaga warga seperti sertigikat, AJB ataupun surat berharga lainnya.

"Sekali lagi saya ingatkan fungsi RT / RW itu hanya sebatas soal administrasi kependudukan tidak lebih, kita jangan takut sama mereka kalo mereka melampaui kewenangan kita bisa laporkan mereka ke lurah ataupun camat," jelasnya.

Sofyan mencontohkan banyak sengketa kepemilikam tanah atapun bangunan yang melibatkan oknum RT dan RW lewat modus operandi meminta copy surat berharga.

"Di Ibu Kota ini banyak sengketa lahan yang tidak lepas dari campur tangan oknum-oknum RT dan RW dengan memanfaatkan ketidakmengertian warga," tutup Sofyan.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga