Bakti untuk Merawat Bumi di 70 Tahun Fatayat NU

Bogor, Akuratnews.com - Setelah dilaksanakan serah terima kepengurusan Fatayat yang lama kepada kepengurusan Fatayat yang baru pada Tanggal 15 April 1957, mulai saat tersebut resmilah kegiatan untuk mengerakkan Fatayat yang di awali di Jakarta dan menjalar keperbelagai pelosok negeri ini salah satunya Fatayat Kabupaten Bogor. Kiprah Fatayat pada saat itu sebagai pemerhati kerakyatan yang artinya Fatayat selalu aktif dalam kegiatan sosial walaupun pada saat itu Indonesia belum lama merdeka dari tangan para penjajah negeri ini.

Bukti bahwasannya Fatayat NU dari Pengurus Cabang (PC) sampai Pengurus Anak Cabang (PAC) Kab. Bogor telah membuktikan apa yang diwacana di mata pemerintah khususnya di mata orang banyak, hal ini tidak bisa dianggap sebagai isapan jempol belaka.

Fatayat NU Setelah sukses membantu kegiatan sosial di kalangan orang tidak mampu guru ngaji, dan warga makan Tembleg alias terigu goreng satu lagi kegiatan sosial Fatayat dan sebagai agen intermediary menyambangi masyarakat yang belum tersentuh mendapat Bantuan Sosial (Bansos) warga kampung Cipecang Desa Cimanggis Kec Bojonggede Kabupaten Bogor.

Kader Fatayat tidak pernah bosan menyapa warga yang tidak mampu dipimpin oleh Mey Fitriani Ketua PAC Fatayat Bojonggede yang akrab dipanggil Teh Mey beserta Kader Fatayat militan Siti Kurnia, Nirmala dkk. Teh Mey mengatakan penyaluran bantuan kepada masyarakat merupakan kegiatan rutin, minggu lalu telah menyapa Kampung Kedung Jiwa dan Kampung Sawah, sekarang kami menyentuh warga kampung Cipecang Desa Cimanggis Kec Bojonggede Kab Bogor. Kami bukan mengharapkan pujian karena itu Riya, yang kami cari adalah fastabiqul khairot yang menjadi ladang ibadah dan menggugah para donatur untuk peduli pada warga yang tidak mampu. untuk ucapan terimakasih dan jangan bosan membantu ditujukan kepada Ibu Erni Sugiyanti anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Bapak Lukman presdir INH beserta donatur lain yang peduli.

Kader PC Fatayat Kabupaten Bogor diKetuai Niar Tri Maulani yang akrab dipanggil Teh Niar dalam kesempatan itu menyatakan bantuan pemerintah ternyata belum tepat sasaran, kesalahan data penerima dan kuota yang tidak cukup contohnya dari 100 warga yang membutuhkan ternyata pemerintah hanya bisa menyediakan 10 paket bantuan.

“Hal ini banyak menimbulkan gejolak, sampai-sampai Ketua RT dan RW menolak bantuan untuk menghindari kecemburuan warganya, Pungkas Teh Niar.

“Fatayat hadir ditengah masyarakat jangan sampai ada warga yang cuma makan terigu goreng untuk mengganjal perutnya seperti yang terjadi di Cijeruk, dan Harapan saya jangan sampai musibah covid-19 menciptakan musibah baru yaitu musibah kelaparan, cetusnya dengan nada lantang.

Disisi lain Ketua PAC Fatayat Bojonggede Mey Fitriani yang akrab dipanggil Teh Mey mengatakan,” Kader Fatayat tidak pernah bosan menyapa warga yang tidak mampu untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat, dan bantuan ini merupakan kegiatan rutin, ucap Teh May.

“Sekarang kami menyalurkan bantu untuk warga kampung Cipecang Desa Cimanggis Kec Bojonggede Kab Bogor, Kami bukan mengharapkan pujian karena itu Riya, tuturnya.

Lanjut Teh Mey ,” yang kami cari adalah Berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairot) yang menjadi ladang ibadah dan menggugah para donatur untuk peduli pada warga yang tidak mampu, tegas Teh Mey.

“Kami hanyalah agen intermediary yang mempertemukan antara donatur seperti Ibu Erni Sugiyanti anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Pak Lukman presdir INH, dan Pak Edwin Sumarga Anggota DPRD Kab Bogor untuk membantu warga yang membutuhkan, ujarnya.

Sementara itu Erni Sugianti Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat mengatakan,” Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anggota Fatayat yaitu mengasah jiwa altruisme anggota Fatayat supaya muncul kader yang bermanfaat bagi umat sebagaimana hadis nabi "khairunnas anfa'uhum linnas" katanya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga